ACT Diduga Gelapkan Bantuan Korban Lion Air

Kampartrapost.com – Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diduga menggelapkan dana bantuan untuk korban kecelakaan pesawat Lion Air Boeing  JT-610 pada 18 Oktober 2018 lalu.

Dugaan tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan.

Dari hasil penyelidikan pihak berwajib, diketahui bahwa ACT bergerak sebagai pengelola dana sosial untuk disalurkan pada keluarga korban kecelakaan.

Usut punya usut, terdapat perbedaan antara rencana dan pelaksanaan penyaluran dana yang dilakukan.

“Namun pada pelaksanaan penyaluran dana sosial tersebut para ahli waris tidak diikutsertakan dalam penyusunan rencana maupun pelaksanaan penggunaan dana sosial tersebut,” ujarnya pada awak media di Jakarta, Sabtu (9/7/2022).

BACA JUGA: Bripda Karno, Sosok Polisi Tekun dan Inspiratif

Dalam insiden kecelakaan transportasi udara itu, pihak Boeing sendiri menggelontorkan dana bantuan untuk korban sebesar Rp.138 miliar.

Disampaikan pula bahwa pihak ACT turut meminta keluarga korban supaya merekomendasikan yayasan mereka.

Yayasan yang didirikan pada tahun 2005 itu meminta korban untuk digunakan jasanya sebagai pengelola dana pada Boeing.

Pihak Boeing pun setuju dan memberi amanah pada ACT untuk mengelola dana sosial bagi korban dan keluarga.

Namun dikabarkan pihak ACT tidak memberitahu hal yang harus diketahui oleh pihak penerima.

BACA JUGA: Gadis Depok Batuk Berdarah akibat Tersedak Jarum

Hal itu adalah realisasi jumlah dana sosial yang diberikan pihak Boeing kepada ahli waris, hingga progres pekerjaan oleh ACT.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga menemukan bukti bahwa dugaan aliran dana yang ditujukan untuk korban kecelakaan pesawat tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi atasan.

Dana yang semestinya ditujukan pada keluarga korban diduga dimanfaatkan untuk pembayaran gaji ketua hingga pembina.

Tak hanya itu, dana juga diduga digunakan untuk membiayai kepentingan Ketua Pengurus Ahyudin beserta Wakil Ketua Pengurus Ibnu Khajar.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler