Ada yang Masih Remaja, Polisi Amankan Pelaku Pembunuhan IRT di Bengkalis

Kampartrapost.com – Polres Bengkalis berhasil mengamankan dua pelaku pembunuhan pada seorang IRT dengan nama Marlina (22) di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Dua pelaku yang saat ini berada di bawah pengawasan kepolisian itu berinsial AA (22) dan RS (19). Korban yang belum genap berusia 25 tahun ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa pada sebuah septic tank di Kelurahan Bantan Tua, Kecamatan Bantan.

Sebelum jasad korban ditemukan pada Minggu (3/4/2022) ia dinyatakan sebagai orang hilang, yang mana sudah tidak terdengar kabarnya selama dua hari.

Septic tank tempat korban ditemukan sendiri berada pada rumah kosong yang bertempat di samping kediaman korban.

Korban yang merupakan ibu rumah tangga tersebut ditemukan oleh pihak keluarga dalam keadaan hanya mengenakan celana pendek saja.

BACA JUGA: Hidup Terasa Berat? Coba 4 Langkah Ini agar Beban Menghilang

Barang berharga yang pada saat kejadian dikatakan bersama korban juga hilang. Satu unit notebook Samsung dan dompet dengan isi uang tunai Rp.3,2 juta raib.

Marlina diduga kuat menjadi korban pembunuhan sebab terdapat bekas jejak kaki yang ditemukan di pintu belakang hunian korban.

Tindaklanjuti kasus yang menimbulkan korban jiwa tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis menjalankan sejumlah proses penyelidikan.

Diungkapkan bahwa pihak kepolisian melakukan serangkaian upaya penanganan kasus mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga mengumpulkan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

Identitas pelaku sendiri diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi pada Rabu (13/4/2022), dilansir dari Riau Aktual.

BACA JUGA: Sempat Vakum karena Pandemi, Gubri Syamsuar kembali Gelar Kegiatan Safari Ramadhan

“Dua pelaku utama yang menghabisi nyawa korban yakni tersangka AA (22) dan RS (19),” ujar AKP Meki Wahyudi.

Pelaku berininsial AA diketahui merupakan warga Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, dan RS warga Jalan Taman Sari, Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan. Dua pelaku dengan jarak usia tiga tahun itu diringkus di dua lokasi berbeda.

Selan AA dan RS, terdapat dua pelaku lain yang berininsial SS (16) dan DS (13). Karena masih di bawah umur, pelaku dalam usia remaja tersebut tidak diberikan penahanan.

 

 

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler