Global Statistics

All countries
647,611,736
Confirmed
Updated on 30 November 2022 4:29 PM
All countries
624,310,074
Recovered
Updated on 30 November 2022 4:29 PM
All countries
6,639,221
Deaths
Updated on 30 November 2022 4:29 PM
Rabu, November 30, 2022

Afghanistan Berlakukan Jam Malam Untuk Antisipasi Serangan dari Taliban

- Advertisement -

Afghanistan, Kampartrapost.com – Pihak berwenang Afghanistan pada Sabtu 24 Juli berlakukan jam malam di 31 dari 34 provinsi di negara itu untuk mengantisipasi adanya serangan dari Taliban dalam beberapa bulan terakhir, kata kementrian dalam negeri.

Serangan Taliban yang meluas telah membuat mereka merebut wilayah perbatasan utama, belasan distrik dan mengepung beberapa ibukota sejak awal Mei.

Baca juga: Ribuan Warga Australia Gelar Protes Anti ‘Lockdown’ di Sydney

“untuk mengantisipasi serangan dan membatasi gerakan Taliban, jam malam telah diberlakukan di 31 propinsi di seluruh negeri kecuali di Kabul, Panjshir dan Nangarhar.“ Kata kementerian dalam negeri dalam sebuah pernyataan.

- Advertisement -

Wakil juru bicara kementerian luar negeri, Ahmad Zia Zia, mengatakan dalam sebuah pernyataan audio yang dikirim kepada wartawan, bahwa jam malam akan diberlakukan antara pukul 22:00 hingga 04:00 waktu setempat.

Dengan penarikan pasukan asing yang dipimpin Amerika hampir selesai, Taliban yang berhasil bangkit kembali sekarang menguasai sekitar 400 distrik di Afghanistan.

- Advertisement -

Setelah jeda singkat dalam penyerangan selama liburan Idul Adha minggu ini, pertempuran berlanjut lagi dengan pihak berwenang mengklaim telah membunuh lebih dari 260 pejuang Taliban dalam 24 jam terakhir di beberapa provinsi.

AS Lakukan Serangan Udara Saat Penarikan Militer Terjadi

Juru bicara Pentagon John Kirby pada hari Kamis mengatakan bahwa ketika pertempuran berkecamuk dalam beberapa hari terakhir, militer AS terpaksa lakukan serangan udara. Serangan itu untuk mendukung pasukan Afghanistan untuk mengusir Taliban, bahkan saat penarikan militer Taliban terjadi.

- Advertisement -

Pada Jumat malam lalu, Taliban memperingatkan militer AS agar tidak melakukan serangan udara lagi.

“Ini jelas merupakan pelanggaran terhadap perjanjian yang telah ditandatangani yang akan memiliki konsekuensi.“ Kata Taliban dalam sebuah pernyataan, mengacu pada kesepakatan pentng Washington dan pemberontak tahun lalu yang membuka jalan bagi penarikan pasukan asing.

Baca juga: Tak Terlalu Berkeringat, Anthony Ginting Menang di Laga Perdana Olimpiade Tokyo

Taliban juga memperingatkan pemerintah Afghanistan agar tidak melakukan serangan apapun. Dengan mengatakan jika kelompoknya akan mempertahankan wilayah mereka dan tetap pada posisi bertahan jika musuh bersikeras untuk berperang.

Awal pekan ini, ketua kepala staf gabungan AS, Jendral Mark Milley mengatakan jika Taliban memiliki wilayah strategis di medan perang.

- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait