Aniaya Remaja di Medan karena Sakit Hati, Satgas PDIP Mengaku Khilaf

Kampartrapost.com – Seorang pria berininsial HSM (45) melakukan penganiayaan pada remaja di Kota Medan, Sumatera Utara. Setelah diamankan dan dimintai keterangan, pria yang juga bagian dari Satgas PDIP tersebut mengaku khilaf dan meminta maaf pada khalayak.

Ia menyampaikan permohonan maaf dalam konferensi pers Polrestebes Medan pada Sabtu (25/12/2021).

“Saya mohon maaf, khilaf,” kata pelaku.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengungkapkan alasan sampai melakukan penganiayaan karena merasa sakit hati dengan korban.

Baca juga: Rekor Tahun 2021, Densus 88 Berhasil Tangkap Ratusan Teroris di Tanah Air

Ia merasa bahwa korban yang masih di bawah umur tersebut tidak sopan. Meski demikian, ia tetap dijatuhi hukuman karena menganiaya anak yang belum memasuki usia legal.

HSM menjelaskan kronologi sebelum dirinya melakukan penganiayaan. Saat itu ia sedang mengantar istri dan anaknya ke sebuah mini market.

Saat menjalankan mobilnya, ia menyenggol sepeda motor yang tidak diketahui siapa pemiliknya. Setelah itu ia keluar dari mobil.

Tak berapa lama, korban berteriak dan menyuruh pelaku untuk meminggirkan mobilnya.

Baca juga: Perbaiki Kondisi Lingkungan, Pemerintah Hentikan Pasokan Bahan Bakar Premium dan Pertalite

Merasa tersinggung karena korban tidak sopan, HSM langsung menganiaya dengan cara memukul dan menendang korban.

Saat ini pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk proses hukum selanjutnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol M. Firdaus mengatakan bahwa pelaku tidak akan dikenakan hukuman penjara.

Karena hukuman yang didapat di bawah 5 tahun, ia hanya harus melakukan wajib lapor.

Baca juga: Digugat Rp 2 Triliun soal Merek, GoTo Buka Suara!

Dari keterangan disebutkan bahwa Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon menyayangkan aksi kader partainya yang melakukan penganiayaan tersebut.

HSM juga dicopot dari jabatannya karena bersikap tidak baik, yaitu melakukan penganiayaan pada anak yang masih di bawah umur.

Berita Direkomendasikan

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Berita Terpopuler