Api Lahap Kantin Taman Wisata Asia Farm Pekanbaru

Kampartrapost.com – Kemalangan dialami oleh Taman Wisata Kota Pekanbaru, Asia Farm. Kantin pada salah satu pusat tamasya di Provinsi Riau tersebut dilahap si jago merah pada Senin (14/3/2022).

Kebakaran pada tempat yang beralamat di Jalan Badak Ujung, Kecamatan Tenayar Raya itu disampaikan oleh Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Manapar Situmeang.

Ia mengatakan kebakaran hanya terjadi di satu titik saja, yaitu kantin Asia Farm Pekanbaru.

“Hanya bagian kantinnya saja yang terbakar,” terang Manapar Situmeang, dilansir dari Riau Aktual.

Lebih lanjut, api berhasil dijinakkan berkat bantuan dari tiga unit mobil pemadam kebakaran yang ditujukan ke lokasi.

Baca juga: Dishub Pekanbaru Kantongi Pendapatan Parkir hingga Rp.1 Miliar dalam Waktu 2 Bulan

Disebutkan hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab peristiwa kebakaran.

Dari bencana kebakaran tersebut dipastikan tidak ada korban jiwa, meskipun terdapat kerugian secara materil.

Untungnya api tidak menjalar ke lokasi lain, sehingga api dapat lebih muda dipadamkan dalam waktu singkat.

Di sisi lain, taman rekreasi yang berwujud wisata pertanian dengan nama Asia Farm yang bertempat di Kota Pekanbaru tersebut merupakan salah satu lokasi yang sangat menarik minat masyarakat untuk menghabiskan waktu libur.

Sejumlah tempat di sana juga dianggap sangat instagram-able atau cocok dijadikan latar belakang foto.

Baca juga: Segera, Pekanbaru akan Uji Coba Penggunaan KTP Digital

Pengunjung dapat berswafoto ataupun mengambil gambar bersama kerabat dan teman dengan latar tempat yang unik.

Tak hanya itu, dengan kincir angin dan latar pertanian yang sangat digemari anak-anak pada umumnya, Asia Farm juga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata sekaligus lokasi pembelajaran tentang alam.

Suasana benua Eropa yang melekat erat di Asia Farm menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat.

Sejumlah tempat di lokasi tersebut sangat mencuri perhatian, terutama bagi mereka yang tertarik dengan nuansa luar negeri.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler