AS Tarik Pasukannya dari Afghanistan, Taliban Makin Leluasa

Afghanistan, Kampartrapost.com – Amerika Serikat resmi mengakhiri perang yang telah mereka lakukan selama hampir 20 tahun di Afghanistan. Dalam perang tersebut juga turut melibatkan 4 Presiden di pemerintahan AS yang didudukinya setelah serangan 11 September.

Sebelumnya, Presiden Barack Obama pertama kali pada tahun 2012 mengambil inisiatif melakukan negosiasi antara kaum Taliban dengan pemerintah Afghanistan. Negoisasi itu untuk perdamaian negara tersebut. Upaya ini sudah ada sejak tahun 2011, 2012 dan 2013.  Namun, masih belum membuahkan hasil.

Pada tahun 2017 Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Ia beranggapan bahwa invasi ke negera kelompok Taliban adalah suatu kesalahan, sehingga ia menarik pasukan tersebut.

Akhirnya, pada 29 Februari 2020 terjadilah kesepakatan untuk menarik pasukan militer Amerika Serikat dari Afghanistan.

Baca juga: Mesir Buka Pangkalan Militer Laut Strategis di Mediterania

Dari kesepakatan tersebut juga menghasilkan sebuah keputusan gencatan senjata de facto tanggal 22-29 Februari 2020 dengan sebutan “mengurangi kekerasan”, Doha, Qatar.

Perjanjian keamanan antara Taliban dan Amerika Serikat yang berjudul “Agreement to Bring Peace to Afghanistan” itu pun telah di tanda tangani.

Misi Kelompok Taliban

Tak terlepas dengan perjanjian saja, kaum gerilyawan Taliban di Afghanistan memberikan jaminan kepada Amerika Serikat bahwa mereka tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi organisasi dan kelompok teroris seperti al-Qaeda.

Penarikan pasukan keamanan itu telah berlangsung sejak 1 Mei 2021 hingga 11 September 2021.

Namun, menurut Long War Journal, Taliban telah menguasai lebih dari 80 wilayah dalam dua bulan sejak serangannya terhadap pemerintah Afghanistan.

Banyak progres positif yang dilakukan oleh pasukan kemanan Afghanistan. Mereka telah menyerahkan pusat-pusat wilayah, meninggalkan pangkalan militer, serta menyerahkan senjata, kendaraan, dan bahan perang lainnya tanpa perlawanan kepada kaum Taliban.

Strategi Taliban ini sesungguhnya untuk mendapatkan pengaruh di wilayah pedesaan di negara itu. Laporan dari The Long War Journal juga menunjukkan bahwa Taliban menguasai 168 wilayah dan pemerintah mereka menguasai 79 wilayah. Sedangkan, 151 wilayah lainnya masih dalam perebutan.

Hal tersebut membuat Pemuda-Pemudi Afghanistan takut dengan kemajuan kaum Taliban dan banyak pemuda mereka berbondong-bondong pergi ke kantor imigrasi di ibu kota Kabul.

Melansir dari Anadolu Agency, mereka merasa tidak memiliki masa depan dan keluarganya untuk tetap tinggal di negara tersebut. Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk segera meninggalkan Afghanistan karena takut terjadinya kembali perang sipil di negaranya.

Berita Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler