Astronot China Berhasil Lewati Misi Luar Angkasa Selama Tiga Bulan!

China, Kampartrapost.com – Tiga astronot China berhasil menyelesaikan misi luar angkasa terlama di negara tersebut. Mereka akan mulai melakukan perjalanan pulang pada Kamis (16/9/2021) setelah tiga bulan berada si stasiun luar angkasa Tiangong dalam misi perjalanan luar angkasa dan eksperimen ilmiah.

“Pesawat luar angkasa berawak Shenzhou-12 telah berhasil pisah dari modul inti stasiun luar angkasa,” kata penyiar CCTV, saluran televisi nasional China pada Kamis.

Melansir AFP, misi itu merupakan bagian dari program luar angkasa China yang sangat dipromosikan. Mereka juga pernah mendaratkan rover di Mars dan mengirim probe ke bulan.

Baca juga: SpaceX Luncurkan 4 Wisatawan Ke Luar Angkasa Tanpa Profesional

Pesawat yang membawa tiga taikonaut itu di perkirakan akan kembali ke bumi pada hari Jumat (17/9/2021), lapor berita China Aerospace yang dikelola pemerintah.

Peluncuran misi luar angkasa pertama Beijing dalam hampir lima tahun yang lalu. Ini bertepatan dengan peringatan 100 tahun Partai Komunis yang berkuasa pada 1 Juli. Ini merupakan puncak dari kampanye propaganda besar-besaran.

Tiangong, yang berarti “istana surgawi”. Stasiun luar angkasa milik China ini diperkirakan akan bertahan setidaknya selama 10 tahun.

Modul inti stasiun ruang angkasa tempat para astronot tinggal memiliki ruang terpisah untuk setiap astronot, treadmill luar angkasa dan sepeda olahraga. Serta pusat komunikasi untuk email dan panggilan video dengan kontrol darat, kata administrasi antariksa China.

Baca juga: Regulator Perlindungan Data Uni Eropa Ajukan Dua Penyelidikan Pada Tiktok

Nie Haisheng, seorang pilot angkatan udara yang termasuk dalam Tentara Pembebasan Rakyat yang sebelumnya berpartisipasi dalam dua misi luar angkasa memimpin misi selama tiga bulan ini. Dua astronot lainnya, Liu Boming dan Tang Hongbo, juga sedang menjalani wajib militer.

Badan antariksa China merencanakan total 11 peluncuran sebelum akhir tahun depan. Termasuk tiga misi berawak lagi yang akan mengirimkan dua modul lab untuk memperluas stasiun 70 ton.

China kian berambisi untuk mengerahkan astronotnya ke luar angkasa. Setelah mereka mendapat larangan dari AS untuk ikut ambil dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional. Stasiun Kolaborasi milik Amerika Serikat, Rusia, Kanada, Eropa dan Jepang.

Baca juga: Apa yang terjadi selama satu bulan Taliban berkuasa?

 

Berita Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler