Global Statistics

All countries
648,937,689
Confirmed
Updated on 2 December 2022 10:55 PM
All countries
624,952,395
Recovered
Updated on 2 December 2022 10:55 PM
All countries
6,643,650
Deaths
Updated on 2 December 2022 10:55 PM
Sabtu, Desember 3, 2022

Awal Pidato Penuh Makna Presiden Jokowi pada Suasana Kemerdekaan 17 Agustus 2021

- Advertisement -

Kampartrapost.com – Momen perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus 1945 setiap tahunnya selalu berhasil menarik perhatian.

Perayaan kemerdekaan Indonesia adalah peristiwa yang penuh haru bagi setiap kalangan.

Perjuangan pahlawan yang tak akan bisa kita balas jasanya itu jadi inspirasi bagi generasi tanah air sekarang dan akan datang.

- Advertisement -

Tahun ini tepat pada hari selasa 17 Agustus 2021 perayaan kemerdekaan Indonesia dari istana negara tetap ada, meski masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Baca juga: Terus Bertambah, Total Pasien Sembuh di Wisma Atlet Capai Jumlah 122.025 Orang

Dengan protokol kesehatan yang ketat upacara serta pidato kenegaraan berlangsung dengan baik.

- Advertisement -

Kemerdekaan yang pada tahun ini bertemakan Indonesia Tanggh Indonesia Tumbuh, jadi kali kedua bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan dalam suasana pandemi Covid-19.

Beragam rangkaian acara diadakan langsung dari istana negara dengan suasana khidmat, dan bendera dikibarkan langsung oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PPBP).

- Advertisement -

Presiden Joko Widodo selaku orang nomor 1 di Indonesia memimpin upacara pada hari itu.

Baca juga: Soal Bosan Bermasker, Bukti Pemimpin Tak Didengar

Beragam doa dipanjatkan untuk kemerdekaan bumi pertiwi, Indonesia. Pidato Presiden Jokowi yang penuh makna juga dikirim untuk tanah air tercinta.

Adapun isi awal pidato dari Presiden Jokowi untuk Indonesia pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR juga DPD adalah:

Krisis pandemi seperti api. Kalau bisa kita hindari. Jika hal itu tetap terjadi banyak yang bisa kita pelajari. Api memang membakar. Tapi sekaligus menerangi. Kalau terkendali dia menginspirasi dan memotivasi. Dia menyakitkan. Tapi sekaligus menguatkan.

Diksi indah pada awal pidato Presiden tersebut berhasil menjadi penguat sekaligus semangat bagi masyarakat yang sedang dalam perang lawan pandemi Covid-19.

Baca juga: Mural ‘Jokowi 404’ Tak Ditindaklanjuti, Polisi: Tidak Penuhi Unsur Pidana

Di momen perayaan kemerdekaan tahun ini Presiden juga sampaikan di situasi pandemi seperti sekarang kesadaran, partisipasi, dan kegotongroyongan masyarakat menguat luar biasa.

Dalam keadaan sekarang perlu bagi setiap elemen untuk saling bantu dan beri semangat, terutama bagi orang yang kena dampak Covid-19 baik dari segi ekonomi juga faktor lain.

- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait