Ayah Leani Ratri Oktila Sukses Antarkan Anak-anaknya Jadi Atlet Badminton Profesional

Kampar, Kampartrapost.com – Leani Ratri Oktila kembali mendapatkan 2 emas dan 1 perak di ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Atlet Para-Badminton asal Kampar, Riau ini berhasil mengharumkan nama Indonesia dan mengukir sejarah pada ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Banyak dukungan dan apresiasi  yang disampaikan kepada Ratri. Salah satu apresiasi tersebut datang dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Jokowi  mengatakan tidak ada yang bisa menghentikan langkah Ratri.

“Tak ada yang bisa menghentikan Leani Ratri Oktila mendulang medali untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo. Kemarin, dia mempersembahkan medali  emas dari bulutangkis ganda putri. Hari ini, dua medali ia raih di dua final,” tulis Presiden dalam postingannya di akun resmi Instagram @jokowi, Minggu (5/9).

Baca juga: Theo Samuel Pasaribu, Anak Muda Kampar yang Pernah Ikut Audisi X Factor Indonesia

Sementara itu, kecintaannya terhadap bulutangkis tak lepas dari ayahnya yang telah melatih Ratri sejak kecil. Hal itu disampaikan oleh Faradifta Tirta Ardita, anak asuh dari ayah Ratri, bisa dipanggil Mujiran dan juga tetangganya.

Ia menceritakan ayah Leani Ratri Oktila sangat menerapkan kedisiplinan dalam melatih anak-anak dan anak asuhnya di lapangan terbuka.

“Ayah beliau tegas, nggak suka kalau kami latihan tu manja.  Ayahnya tegas, kalau latihan ya serius. Ngga boleh main-main apalagi ketawa-katawa saat latihan,” kata Tirta kepada Kampartrapost, Minggu (5/9).

Baca juga: Usai Sumbang Emas, Atlet Kampar ini Sabet Perak Para-Badminton Tunggal Putri SL4 Paralimpiade

Tirta mengaku juga sangat merasa senang ketika dilatih oleh Mujiran. Karena ia diajarkan dari belum bisa megang raket hingga jadi atlet yang juga pernah mewakili Kabupaten Kampar di ajang bergengsi.

“Dari awal Tirta ga bisa megang raket,” ujarnya.

Mahasiswi Pendidikan Olahraga Universitas Negeri Padang ini menceritakan bahwa dulu ketika ia dan anak-anak Mujiran selalu latihan di malam hari di lapangan terbuka.

Baca juga: Tips Jaga Kualitas Suara Ketika Bernyanyi Ala Theo Samuel Pasaribu

“Kalau latihan tu tibanya umum ya sama sih kaya latihan-latihan biasanya. Cuma disana itu kami latihannya malam, di lapangan terbuka, ngga di gor gitu. Jadi ya kalau hujan ya kami ngepel gitu. Nanti mulai latihan pukul 5 sampai pukul 10 atau 11 malam. Kalau malam minggu sampai pukul 11, sampai pukul 12 kadang. Tapi kalau hari biasa hari-hari sekolah sampai pukul 10. Kalau malam minggu kan latihan fisik, ya gitu. Nanti kalau hujan ya neduh, kalau berhenti hujan sebelum pukul 9 kami ngepel tapi kalau lewat pukul 9 kami pulang,” jelasnya.

Ratri sendiri memiliki 10 saudara, yang mana ia anak kedua dan delapan dari sepuluh orang tersebut juga atlet badminton yang juga pernah ikut ajang bergengsi di Indonesia seperti PON.

“Jangankan di kejuaraan, pastilah orang tua berharap anaknya menang kan. Apalagi juga selain kak Ratri, bang Angel, kak Nami, kak Anun pernah ikut PON. Sekarang aja yang nama adeknya Angel Songo-songo ikut PON di Papua,” pungkas Tirta. (fw)

Baca juga: Terungkap! Begini Isi Surat Asli Messi untuk Bartomeu

Berita Direkomendasikan

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler