Baru Dilantik, Mahasiswa Asli Kampar Resmi Jadi Ketua PPI Kazakhstan

Bangkinang Kota, Kampartrapost.com Zulfi Annur mahasiswa asal Bangkinang Kota, Kampar, Riau resmi jadi Ketua PPI Kazakhstan periode 2022-2023.

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kazakhshtan tersebut baru saja terbentuk pada Agustus 2022 lalu di Kota Nur Sultan, Kazakhstan.

“Pembentukan PPI Kazakhstan ini bertujuan untuk menyuarakan aspirasi, menyinergikan potensi, dan memberikan advokasi bagi anggotanya,” Kata Zulfi kepada Kampartrapost, Sabtu (3/9).

“PPI Kazakhstan adalah salah satu organisasi Himpunan Mahasiswa Indonesia terbaru, dan proses pembentukan PPI ini dilatarbelakangi oleh mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di beberapa kota di Kazakhstan yaitu Nur Sultan dan Almaty,” tambahnya.

BACA JUGA: Keren, Mahasiswa Asal Kampar Buka Les Bahasa Indonesia di Kazakhstan

Awal Terbentuknya PPI Kazakhstan

Zulfi mengatakan, pembentukan PPI ini terealisasi setelah sekian lama tertunda karena hal-hal teknis.

“Pada tahun 2019 ada dua mahasiswa Indonesia pertama kali kuliah di Kazakhstan.”

“Jadi pada saat itu kami belum bisa membentuk PPI karena masih kekurangan atau tidak terpenuhinya persyaratan untuk bisa mendirikan organisasi tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan beberapa syarat untuk mendirikan sebuah organisasi PPI di sebuah negara.

Kunjungi Juga Instagram Kampartrapost

Syaratnya berupa harus ada dua perwakilan mahasiswa di satu negara dan minimal harus lima orang mahasiswa.

BACA JUGA: Mantan Jubir Presiden Indonesia Akan Hadiri Wisuda Mahasiswa Kazakhstan Asal Kampar

“Jadi di tahun 2019 sampai akhir 2020 belum ada mahasiswa yang ingin kuliah di sini.”

“Sampailah di tahun 2021 ada 3 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa S1 di Al-Faraby Kazakh National Universiy dan satu mahasiswi mendaftar program master degree di Kazakh British Technical University,” jelasnya.

Kendala Sebelum Pembentukan

Namun, pembentukan organisasi PPI masih belum bisa terealisasikan karena kondisi COVID-19 di Kazakhstan belum pulih.

Sehingga mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tersebut belum bisa berangkat ke negara yang merdeka pada tahun 1991 itu.

Kemudian, mereka baru bisa berangkat pada awal tahun 2022 yang juga bersamaan dengan pergantian Duta Besar KBRI Kazakhstan yaitu Fadjroel Rachman.

BACA JUGA: Cerita Mahasiswa Kampar Tentang Hidup di Kazakhstan

“Bapak Fadjroel beserta koordinator menginginkan kami untuk segera mengukuhkan PPI di Kazakhstan karena persyaratan sudah terpenuhi.”

“Dan pada saat itu kami memprogres bagaimana bisa terbentuknya PPI di Kazakhstan.”

“Kami meminta dukungan kepada PPI Dunia dan PPI Daerah Kawasan Asian-Oceania untuk bisa PPI Kazakhstan ini terdaftar sebagai anggota PPI Dunia secara resmi,” ujarnya.

Setelah itu, Zulfi mengatakan ia mempersiapkan seluruh bahan-bahan untuk mendirikan organisasi tersebut.

“Dan pada saat pemilihan kepengurusan PPI Kazakhstan saya ditunjuk oleh teman-teman sebagai Ketua PPI Kazakhstan,”

Terakhir, Zulfi mengatakan PPI Kazakhstan resmi menjadi PPI Dunia ke-62 saat Kongres Internasional PPI Dunia pada 27 Agustus 2022.

BACA JUGA: Junaidi Firdaus, Orang Indonesia Pertama dari Kampar Kuliah di Kazakhstan

Ia bertekad untuk membawa PPI Kazakhstan lebih baik lagi dan berperan penuh sebagai anggota PPI Dunia.

“Semoga PPI Kazakhstan dapat membantu lebih banyak lagi mahasiswa-mahasiswa di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikannya di Kazakhstan.”

“Seperti memberikan informasi seputar beasiswa, pendidikan, universitas, kebudayaan dan tentang Kazakhstan.”

“Dan juga semoga PPI Kazakhstan ini bisa menjadi anggota yang bisa berperan penuh sebagai anggota PPI Dunia dan PPI kawasan Asian-Oceania dan semoga bisa membawa perubahan lebih baik lagi di PPI Kazakhstan untuk senantiasa menjadi sarana perkembangan dan pembelajaran bagi pelajar di Kazakhstan,” tutupnya.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler