BBKSDA Riau Tangani Gajah yang Masuki Kebun Sawit Warga di Indragiri Hulu

Kampartrapost.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau tangani kasus masuknya gajah liar ke kebun sawit warga dengan mengerahkan tim ke lokasi konflik di Desa Teluk Sungkai, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Sebelumnya diketahui dua ekor gajah memasuki perkebunan sawit warga setelah memisahkan diri dari kelompoknya.

Kepala Bidang Wilayan l KSDA Riau, Andri Hansen Siregar mengungkapkan gajah yang melarikan diri itu dalam kondisi sehat dan saat ini menginjak usia dewasa.

“Kita masih melakukan pemantauan. Secara fisik kondisinya sehat, Perkiraan usianya menginjak dewasa,” ujar Hansen, Selasa (19/4/2022), dilansir dari Riau Aktual.

Meskipun jarang terjadi, diungkapkan bahwa kejadian gajah yang memasuki wilayah-wilayah pemukiman wajar terjadi bagi gajah jantan dalam masa dewasa.

BACA JUGA: Terpidana Kasus Narkotika yang Sebelumnya Sempat Hilang Berhasil Dieksekusi di Bagan Batu

Lebih lanjut, pihak BBKSDA Riau berencana akan melaksanakan translokasi pada dua gajah tersebut. Saat ini disebutkan bahwa pihak konservasi itu sedang menjalankan kajian guna pemindahan gajah ke habitat baru.

Kajian sendiri dilakukan untuk pemilihan lokasi dan kelompok yang tepat untuk dua ekor gajah itu. Gajah-gajah tersebut nantinya harus ditemui dengan kelompok gajah dengan genetik yang berbeda.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan tes deoxyribonucleic acid (DNA) untuk mengetahui genetika dari hewan langka itu.

Jika gajah dikelompokkan dengan gajah lain yang memiliki genetik sama atau satu garis keturunan, maka dapat terjadi sejumlah permasalahan peranakan.

Permasalahnya adalah kemungkinan inses serta keturunan yang dilahirkan tidak akan bagus.

BACA JUGA: Timbul Tudingan PeduliLindungi Melanggar HAM, Kemenkes: Tuduhan Tidak Mendasar

“Makanya kita tes DNA dulu. Untuk memastikan di lokasi tersebut tidak memiliki satu garis keturunan,” tabah Hansen.

Selain pengkajian genetik, dua gajah yang meninggalkan tempat asalnya itu juga direncanakan akan dipindah ke wilayah Jambi atau Palembang.

 

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler