Bejat! Seorang Ayah di Pekanbaru Tega Membakar Hidup-hidup Dua Anak Kandung

Kampartrapost.com – Seorang pria bernama Agus ditangkap pihak kepolisian setelah membakar hidup-hidup dua anak kandungnya di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Dilansir dari Riau Aktual, penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (28/1/2022) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kejadian pilu yang menimpa dua bersaudara itu terjadi lantaran Agus melakukan pengancaman pada Ismiarti, yang mana merupakan istri dari Agus dan ibu para korban.

Agus datang ke rumah dalam keadaan murka dan mengedor pintu rumah. Lalu ia memberi ancaman pembunuhan pada Ismiati.

“Suami saya tiba ke rumah marah-marah sambil menggedor pintu dan mengancam akan membunuh saya,” kata Ismiarti, Minggu (30/1/2022).

Baca juga: Dunia Pers Berduka, Mantan Ketua PWI Pusat Margiono Meninggal Dunia

Mendengar kerusuhan yang disebabkan oleh ayahnya, anak Ismiarti yaitu GGR (17) mencoba untuk meredam emosi Agus.

Bukannya meredam emosi, Agus langsung menyiramkan pertalite dan membakar GGR hidup-hidup.

Mendapati sang adik dibakar oleh Agus, GRI (21) langsung menghampiri untuk melakukan penyelamatan, namun tidak berhasil dan ikut terbakar.

Mengetahui peristiwa tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung berupaya untuk menyelamatkan korban.

Kedua korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka bakar yang ada di beberapa bagian tubuh.

Baca juga: Tiru Kebijakan Negara Maju, Pemerintah Tidak Akan Membuka Seleksi CPNS Tahun 2022

Pelaku sendiri langsung diamankan warga lalu dibawa ke Polsek Tenayan Raya.

Pertengkaran antara Ismiarti dan Agus diketahui terjadi saat keduanya dalam proses perceraian.

Menjalani rumah tangga yang sudah tidak harmonis dalam beberapa waktu terakhir menjadi dugaan Agus tega melakukan hal bejat tersebut kepada dua anak kandungnya sendiri.

Agus dinilai tidak senang Ismiarti dan anak-anaknya masih tetap tinggal di rumah miliknya, sehingga pelaku penganiayaan itu menjadi murka.

Kejadian yang menimpa sepasang kakak adik itu disampaikan oleh oleh Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Manapar Situmeang.

Atas aksi yang dilakukan, Agus dijerat Pasal 44 UU RI No. 23 Tahun 2004.

 

Berita Direkomendasikan

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Berita Terpopuler