Global Statistics

All countries
650,126,734
Confirmed
Updated on 5 December 2022 2:31 PM
All countries
608,195,021
Recovered
Updated on 5 December 2022 2:31 PM
All countries
6,646,993
Deaths
Updated on 5 December 2022 2:31 PM
Senin, Desember 5, 2022

Beredar Rilis tentang Pelecehan oleh Oknum di KPI Pusat

- Advertisement -

Jakarta, Prokabar.com – Tersebar rilis pengakuan seseorang tentang pelecehan seksual sesama jenis di kantor Komisi penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Jakarta.

Tak hanya mendapat pelecehan seksual, korban inisial MS mengaku 2 tahun dibully dan dipaksa mengikuti kehendak pelaku, dimana pelaku merupakan rekan kerjanya sendiri di Kantor KPI Pusat, mengutip rilis pers dari akun instagram @grassroot.id.

Beredar Rilis tentang Pelecehan oleh Oknum di KPI Pusat
Akun instagram @grassroot.id

MS mengaku sudah bekerja dan satu ruangan bersama rekan kerjanya sejak tahun 2011. Pada tahun 2015 ia mendapatkan pelecehan dari rekan kerjanya dengan cara memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, dan memiting. Bahkan, saat MS ditelanjangi, para pelaku mencoret-coret buah zakarnya menggunakan spidol.

Baca juga: Pengambilalihan Taliban Picu Islamofobia di India
- Advertisement -

Akibat dari pelecehan tersebut, tahun 2016 MS mengalami gangguan kesehatan, emosi tak stabil, dan perut sakit.

“Karena stres berkepanjangan, saya jadi sering jatuh sakit. Keluarga saya sedih karena saya sering tiba-tiba gebrak meja tanpa alasan dan berteriak tanpa sebab. Saat ingat pelecehan tersebut, emosi saya tak stabil, makin lama perut terasa sakit, badan saya mengalami penurunan fungsi tubuh, gangguan kesehatan,” ujar MS dalam postingan akun instagram @grassroot.id.

- Advertisement -

Karena megalami trauma, MS mencoba mengadu ke Komnas HAM melalui email pada 11 Agustus 2017 dan baru dibalas 19 September 2017. Balasan Komnas HAM itu menyarankan MS untuk membuat laporan ke pihak Kepolisian.

Baca juga: AS & Taliban Buat Kesepakatan Rahasia di Afghanistan, Ada Apa?

Berlanjut melaporkan kasus tersebut ke pihak Kepolisian, MS mengaku hanya disuruh untuk menyelesaikannya secara internal dengan atasan.

- Advertisement -

“Karena tak betah dan sering sakit, pada 2019 saya akhirnya pergi ke Polsek Gambir untuk membuat laporan polisi. Tapi petugas malah bilang lebih baik adukan dulu saja ke atasan. Biarkan internal kantor yang menyelesaikan,” lanjut MS.

Akhirnya hingga rilis pers ini keluar, MS menceritakan seluruh kejadian yang dia alami temannya yang berprofesi sebagai pengacara dan aktivis LSM. Setelah berdiskusi dengan temannya, akhirnya MS memberanikan diri membuka kisahnya ke publik.

Baca juga: Komnas HAM Jamin Beri Perlindungan Korban Pelecehan di Kantor KPI
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait