Bermodalkan Proposal, Pengemis di Gorontalo Miliki Tabungan hingga Ratusan Juta

Kampartrapost.com – Seorang pengemis di Gorontalo beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian publik berkat unggahan tabungan miliknya dengan total hingga ratusan juta.

Pada unggahan yang viral di jagat media sosial itu, tampak foto yang menunjukkan dua buku tabungan yang berasal dari dua bank berbeda.

Adapun bank tempat pengemis menyimpan uang adalah di Bank Sulutgo dan Bank Mandiri.

Tak tanggung-tanggung, jumlah uang yang berada dalam tabungan pria di Provinsi Gorontalo itu mecapai setengah miliar, dengan jumlah Rp.490 juta.

Usut punya usut, pria yang menjadi perhatian warganet itu bernama Lutfi Haryono (47). Pada 10 Mei 2022, diketahui pengemis berusia hampir setengah abad itu menarik uang dalam tabungannya sebanyak Rp.120 juta.

BACA JUGA: Imbas Keterbatasan Anggaran, Tak Semua Jalan Rusak di Pekanbaru Dapat Dilapis Ulang

Ia kembali melakukan penarikan uang pada 2 Juni 2022 lalu, sejumlah Rp.150 juta.

Setelah diselidiki, Lutfi mendapatkan uang dengan jumlah fantastis tersebut dengan cara mengemis menggunakan proposal.

Lutfi menekuni pekerjaannya itu selama 13 tahun, juga setelah ia berpisah dengan istrinya.

Kejadian tak lazim oleh pengemis tersebut akhirnya dilaporkan warga pada pihak kepolisian.

Bhabinkamtibmas Polsek Kota Timur Bripka Romi Paera membenarkan laporan warga terkait pengemis kaya itu.

BACA JUGA: Potong Tali Pusar Sendiri, Mahasiswi Buang Bayi ke Tepi Kali Ciliwung

“Jadi dari laporan wagrga ini, kita melakukan klarifikasi terhadap pengemis tersebut, dimana diketahui bahwa dirinya mengemis kepada orang-orang dengan menyodorkan proposal,” terangnya.

Pihak kepolisan sendiri sudah melakukan pemecahan masalah pada kasus Lutfi, di Kantor Lurah Ipilo Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Kamis (2/6/2022).

Hasilnya, Lutfi selaku pihak yang dilaporkan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, yaitu meminta-minta bermodalkan proposal.

Proposal yang diajukan Lutfi untuk meraup rupiah sendiri dinyatakan ilegal, karena tidak mencantumkan instansi manapun.

Uang hasil mata pencahariannya itu digunakan Lutfi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hingga membangun rumah.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler