Global Statistics

All countries
649,677,375
Confirmed
Updated on 4 December 2022 4:14 AM
All countries
624,774,599
Recovered
Updated on 4 December 2022 4:14 AM
All countries
6,645,773
Deaths
Updated on 4 December 2022 4:14 AM
Minggu, Desember 4, 2022

Biden : Berita Hoax Tentang Corona Virus dapat Membunuh Orang!

- Advertisement -

Amerika Serikat, Kampartrapost.com – Presiden AS, Joe Biden, telah memberi peringatan kepada pengguna jejaring media sosial agar tidak menyebarkan berita hoax atau bohong. Hal ini dapat membuat beberapa orang yang tidak tahu meningggal karena berita bohong tersebut.

Biden menanggapi pertanyaan dari salah satu reporter tentang dugaan penyebaran berita bohong tentang vaksin melalui platform facebook di masa pandemic seperti ini.

“mereka dapat membunuh orang” ungkap Biden di depan Gedung Putih pada hari Jum’at (16/07/2021). “satu-satunya penyebab pandemic saat ini adalah yang tidak mau di vaksin,” tukasnya.

Baca juga: Banjir Jerman : Bencana Alam Terburuk dalam Memori Hidup Jerman, Ratusan Orang Tewas!
- Advertisement -

Pejabat AS tersebut mengungkapkan bahwa lonjakan kematian dan terinfeksi Covid-19 saat ini secara eksklusif menyerang komunitas yang tidak di vaksin.

Sebelumnya, pada hari yang sama, sekretaris pers Jen Psaki mengatakan jika Facebook dan platform lain tidak cukup untuk memerangi berita hoax tentang vaksinasi.

- Advertisement -

Seorang juru bicara Facebook, Kevin McAlister, mengatakan jika perusahaan tidak terganggu dengan berita dan tuduhan tanpa bukti.

“Kami telah menghapus setidaknya 18 juta informasi yang salah tentang Covid-19 dan menghapus akun yang berulang kali melanggar aturan ini,” Ucap McAlister.

- Advertisement -

Biden mengkritik bahwa Facebook tidak berbuat cukup tegas dalam menghapus konten konspirasi seperti seruan anti-vaksin. Pekan lalu presiden AS ini menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk menguji kekuatan perusahaan seperti Facebook ini.

Baca juga: Risma Angkat Suara Terkait Bansos Salah Sasaran

Facebook telah lama mendapat kritik karena moderasinya dan konten menyesatkannya tentang pandemic masih tersedia secara luas di platformnya.

Banyak orang yang memenuhi syarat dalam pem-vaksinan yang menolak untuk di vaksin, mereka mengatakan jika tidak mempercayainya.

Pada bulan maret, sebuah laporan mengatakan jika aktivis anti-vaksin sudah mencapai 59 juta pengikut di Facebook, Twitter, YouTube dan Instagram.

Pada bulan yang sama juga, Mark Zuckerberg, Sundar Pichai, dan Jack Dorsey mereka masing-masing adalah CEO Facebook, Google dan Twitter, ditanyai tentang masalah penyebaran informasi hoax.

Dorsey mengatakan, bahwa pihaknya sudah berkomitmen untuk memoderasi postingannya. Pichai mengatakan jika Youtube sudah bekerjasama untuk menghapus konten yang menyesatkan dan menyoroti perannya dalam menyampaikan informasi vaksin.

Baca juga: Bupati Lembata Meninggal Dunia
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait