Global Statistics

All countries
647,611,736
Confirmed
Updated on 30 November 2022 4:29 PM
All countries
624,310,074
Recovered
Updated on 30 November 2022 4:29 PM
All countries
6,639,221
Deaths
Updated on 30 November 2022 4:29 PM
Rabu, November 30, 2022

Biden Selidiki Penyakit Misterius yang Menyerang Diplomat Amerika di Wina

- Advertisement -

Amerika Serikat, Kampartrapost.com – Pada hari Senin (19/7) Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price, mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat sedang melakukan penyelidikan pada penyakit misterius yang menyerang para diplomat dan intelegen AS yang bertugas di Wina, Austria.

Mereka menyebut penyakit misterius ini sebagai “Sindrom Havana”.

Melansir dari majalah New Yorker, pada hari Jum’at pekan lalu, sekitar lebih dari dua puluh empat pegawai Amerika Serikat yang bekerja di ibu kota Austria itu telah menderita penyakit tersebut sejak pelantikan Presiden Joe Biden pada Januari 2021.

Baca juga: Luncurkan Jet Tempur Siluman ‘Checkmate’ Terbaru, Rusia: 300 Jet akan Terjual Habis
- Advertisement -

Gejala Sindrom Havana ini antara lain adalah pusing, sakit kepala dan gangguan pendengaran.

Pemerintah Austria juga mengatakan telah menyelidiki kasus gangguan kesehatan tersebut.

- Advertisement -

“Kami menanggapi laporan ini dengan serius dan sejalan dengan peran kami sebagai tuan rumah, kami telah bekerja sama dengan pihak berwenang Amerika Serikat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini.” Kata pemerintah luar negeri Austria.

“keamanan diplomat yang bekerja di Wina dan keluarga mereka sangat penting bagi kami.” Tambahnya.

- Advertisement -

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, mengatakan pada Senin lalu, tidak jelas penyakit apa yang ada dibalik gejala-gejala tersebut. Laporan pertama terjadinya sindrom tersebut menyerang beberapa diplomat Amerika Serikat yang tinggal di ibu kota Kuba, Havana, pada tahun 2016. Sehingga sindrom ini dinamakan ‘Sindrom Havana’.

Pejabat pemerintahan Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada outlet berita Politico pada bulan Mei lalu. Jika mereka yakin unit intelejen militer Rusia, GRU, yang mungkin berada dibalik kasus tersebut.

Beberapa ilmuan percaya jika sindrom ini penyebabnya oleh senjata gelombang mikro ‘energi yang diarahkan‘. Peneliti lain berpendapat jika mungkin itu disebabkan oleh pestisida.

Baca juga: Militer Khawatir Makin Banyak Bendungan Hancur Akibat Banjir Cina

Kasus penyakit misterius ini telah dilaporkan di beberapa tempat di belahan dunia lain. Akan tetapi pejabat Amerika Serikat mengatakan jika jumlah kasus di Austria ini lebih banyak daripada yang terjadi di kota lainnya.

Wina adalah pusat urusan internasional Eropa, dengan banyaknya diplomat dari negara asing yang bekerja di PBB dan organisasi global lainnya di ibukota Austria.

- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait