Global Statistics

All countries
649,677,375
Confirmed
Updated on 4 December 2022 5:14 AM
All countries
624,774,892
Recovered
Updated on 4 December 2022 5:14 AM
All countries
6,645,774
Deaths
Updated on 4 December 2022 5:14 AM
Minggu, Desember 4, 2022

CEO Studio Anime ‘Demon Slayer’ Didakwa Atas Penggelapan Pajak.

- Advertisement -

Tokyo, kampartrapost.com – Pendiri dari studio anime Jepang yang memproduksi serial anime populer ‘Demon Slayer’ menjadi terdakwa oleh jaksa Tokyo pada hari Jumat (9/7). Itu semua karena menghindari pajak perusahaan dan konsumsi sebesar 137 juta yen (17,9 miliar rupiah).

Kantor Kejaksaan Distrik Tokyo mendakwa Hikaru Kondo, 51, dan perusahaannya Ufotable Inc akibat telah melanggar undang-undang pajak nasional. Pelanggaran itu terbukti setelah Biro Perpajakan Regional Tokyo mengajukan tuntutan pidana terhadap mereka pada Februari tahun lalu.

Baca juga: Kerjasama Turki – Azerbaijan Resmi Terbit Dalam Lembaran Negara

Surat dakwaan ini menandakan bahwa kali ini penggelapan pajak oleh Ufotable pemekrisaannya secara pidana. Menanggapi dari hasil surat dakwaan tersebut, dari pihak Ufotable tidak membantah atas dakwaan tersebut. Perusahaan juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah membayar dan memperbaiki laporan pajaknya seperti yang diklaim oleh pihak berwenang.

- Advertisement -

Menurut dakwaan, Kondo menghindari total sekitar 109 juta yen (14,1 miliar rupiah) dalam pajak perusahaan dengan mengecilkan pendapatan perusahaan untuk tahun fiskal yang berakhir pada Agustus 2015, 2017 dan 2018.

Kondou juga terduga menghindari pajak pertambahan nilai (PPN) sekitar 28 juta yen (3,6 miliar rupiah) dari September 2014 sampai Agustus 2018 dengan tidak melaporkan sebagian dari penjualan kena pajak.

Baca juga: Bio Farma Targetkan Produksi Vaksin BUMN April 2022
- Advertisement -


Dalam laporan terpisah, majalah Shukan Bunshun pada April 2019 menulis bahwa Ufotable mengambil pajak sebesar 400 juta yen (52 miliar rupiah). Perkiraan pajak tersebut berasal dari kegiatan penggalangan dana untuk korban gempa Tohoku tahun 2011.

Menurut orang-orang yang terkait dengan masalah ini, Ufotable Inc tidak melaporkan penjualan di kafe bersama dengan pendapatan lain. Pihak perusahaan menyembunyikan pendapatan tersebut di brankas di rumah Kondo sebelum menggunakannya untuk operasi perusahaan.

- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait