Cerita Ardian: Anak dari Keluarga Sederhana yang Tembus 7 Universitas Top Dunia

Kampartrapost.com – Ardian Hafidz Annafi (18) beberapa waktu ke belakang menjadi perbincangan di jagat media sosial berkat prestasi luar biasa yang ia dapatkan.

Siswa asal SMA Pradita Dirgantara, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah itu patut berbangga karena telah mengharumkan nama keluarga, sekolah, hingga Indonesia.

Ia berhasil ‘dipinang’ oleh 7 kampus bergengsi dunia, yang berlokasi di Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

Remaja kelahiran 20 Juni 2004 itu berhasil lolos seleksi masuk ke Curtin University dan The University of Western Australia.

Selanjutnya University of British Columbia, University of Otago, dan University of Toronto.

BACA JUGA: Dideportasi dari Singapura, Lembaga Adat Melayu Riau Bela Ustaz Abdul Somad

Terakhir, Victoria University of Wellington, hingga Wageningen University.

Selain di luar negeri, Hafidz sendiri juga sukses tembus ke sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Semarang dan Yogyakarta.

Dari latar belakangnya, Hafidz lahir dan besar dalam lingkungan keluarga yang sederhana.

Ayahnya berprofesi sebagai kuli bangunan, sedangkan ibunya menjalankan bisnis laundry sederhana di rumah mereka.

Dengan finansial yang pas-pasan, orang tua Hafidz berhasil memberikan fasilitas terbaik bagi anak laki-laki kebanggaannya tersebut.

BACA JUGA: Minta Presiden Tinjau Kebijakan Larangan Ekspor, Asosiasi Petani Sawit Lakukan Aksi Massa

Mampu menaklukkan universitas top baik di luar maupun dalam negeri, Hafidz pada akhirnya memilih University of British Columbia, Kanada sebagai tempat ia melanjutkan pendidikan.

Itu karena ia ingin menggapai cita-citanya, yakni menjadi seorang geolog (ahli geologi), yang mana universitas pilihan Hafidz di Kanada memiliki reputasi yang baik dalam bidang tersebut.

Hal itu Hafidz sebut dalam wawancara via video call oleh Tim IDZ Creators, Minggu (15/5/2022).

“Soalnya reputasinya di bidang geologi itu paling baik daripada kampus-kampus lain, ” tutur Hafidz.

Lebih lanjut kata Hafidz, ia ingin meneliti kebumian yang ada di Tanah Air, sehingga perlu belajar ilmu geologi dengan maksimal.

Melihat prestasi putranya, ibu dari Hafidz yaitu Yuni Puji Astuti (43) tak dapat menyembunyikan rasa haru.

Ia tampak bangga begitu mengetahui anaknya lolos ke sejumlah universitas bergengsi dunia.

Yuni berharap agar kelak Hafidz dapat mengangkat derajat orang tuanya, Boyolali, hingga bangsa Indonesia.

“Harapannya nanti Hafidz bisa mengangkat derajat orang tuanya, mengangkat sekolahnya dulu, bahkan juga mengangkat nama Boyolali dan bangsa Indonesia,” ujar Yuni.

 

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler