Dahlan Iskan Blak-blakan Soal Tindakan Pemerasan oleh DPR: Saya Terkenal Dimusuhi

Kampartrapost.com – Mantan Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Dahlan Iskan membagikan pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya saat masih menduduki posisi sebagai Direktur Utama PT. PLN yang mulai dilakukan pada Desember 2009.

Dahlan menyebutkan kala itu terdapat anggota DPR yang ingin mendapatkan tunjangan senilai jutaan dollar yang juga akan diberikan pada Komisi VI DPR RI.

Saat itu bertepatan dengan penyambutan momen lebaran. Seorang direktur PLN mendatangi Dahlan dengan tergesa-gesa untuk menanyakan perihal “THR” yang akan diberikan pada anggota DPR.

Dalam kanal Youtube Akbar Faisal Uncensored, Dahlan menyebutkan hadiah lebaran yang diinginkan oleh anggota dewan diminta atas nama komisi.

Setelah mengetahui permintaan tersebut, Dahlan mengajak semua direksi PLN guna merundingkan keinginan anggota dewan itu.

Baca juga: Oknum Polisi di Kabupaten Bogor Langsung Ditindak usai Acuhkan Laporan Kehilangan Ojol

Jumlah uang yang diminta jika dirupiahkan sendiri mencapai hingga belasan miliar rupiah.

Saat itu pertama kalinya Dahlan menyambut lebaran sebagai Dirut PLN, dan ia tidak tahu bagaimana cara menanggapi hal tersebut.

Ia juga telah merundingkan hal serupa dengan direksi, namun tidak ada jawaban pasti yang didapatkan.

Pada akhirnya direksi menyepakati untuk tidak mengabulkan permintaan dari anggota dewan yang menjabat.

Meskipun terdapat sejumlah konsekuensi yang bisa saja menimpa pihak mereka.

Baca juga: Bangga! Pemkab Kampar Mendapat Peringkat Pertama Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik 2021

Mulai dari panggilan rapat yang akan lebih sering dilakukan, permintaan subsidi listrik dipersulit, hingga ancaman pemberhentian dari jabatan yang saat itu diduduki.

Setelah memutuskan penolakan pemberian THR untuk anggota dewan tersebut, Dahlan mengakui bahwa dirinya dimusuhi hingga saat menjadi Menteri BUMN.

“Sejak saat itu saya terkenal dimusuhi DPR, sampai jadi Menteri BUMN juga dimusuhi,” ujar Dahlan.

Berita Direkomendasikan

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Berita Terpopuler