Demo Kenaikan Harga BBM, Staff Presiden: Berbeda pendapat itu wajar

Bangkinang Kota, Kampartrapost.com Akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, mahasiswa dan serikat buruh di 33 provinsi gelar aksi demo besar-besaran.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan akan memantau apakah nantinya pejabat terkait menemui pendemo atau dipanggil ke istana.

“Ya terkait demo, mungkin kita dari pejabat terkait menerimanya. Mungkin dari kepala staf kepresidenan.”

BACA JUGA: Harga BBM Naik, Jokowi: Seharusnya subsidi untuk masyarakat tak mampu

“Dari mana kita terima saja aspirasinya apa,” kata Heru mengutip nasional kontan, Selasa (6/9).

Sedangkan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan yang paling penting dalam melakukan aksi demo harus tertib dan tidak anarkis.

Ia juga menegaskan bahwa berbeda pendapat adalah manusiawi.

“Prinsipnya Presiden menyampaikan bahwa perbedaan pendapat itu wajar, ada yang setuju kenaikan dan tidak setuju.”

BACA JUGA: Anies Baswedan Sebut Kota Tua Jakarta Kota Masa Depan

“Pak Presiden juga menyampaikan kemarin yang penting tertib, tidak anarkis dan juga dalam koridor peraturan yang ada,” ujar Bey.

Sementara itu, presiden Jokowi kemungkinan tidak akan bertemu dengan pendemo di Ibukota.

Pasalnya, presiden sudah punya jadwal dari dua minggu lalu harus terbang ke Istana Bogor.

Hal ini juga menampik tuduhan Jokowi menghindari demo yang terjadi di Ibukota.

BACA JUGA: Komnas HAM Sebut Ada Pelecehan Seksual Terhadap Istri Sambo

“Dari minggu lalu kita sudah terjadwal bahkan dari dua minggu yang lalu karena ada tamu negara hari Senin.”

“Kegiatan di sana terus Pak Presiden lanjut,” ujar Heru beri penjelasan tambahan.

Di sisi lain dari pihak kemanan mengatakan ada 11 elemen yang akan demo di Ibukota.

Bukan hanya demo terkait kenaikan harga BBM, namun juga ada perihal lainnya.

“Sementara di Jakarta Pusat ada beberapa elemen kalau tidak salah. Sekita 11 elemen, tapi yang menyuarakan kenaikan BBM hanya empat elemen.”

“Unjuk rasa lain selebihnya bukan BBM, ada soal perumahan dan lain-lain,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin, seperti yang dikutip dari Viva.co.id.

Tapi, kata Komarudin aksi yang banyak digelar adalah penolakan naiknya harga BBM di depan Gedung DPR/MPR.

“Yang paling banyak hari ini sepertinya hanya di DPR. Di Patung Kuda bukan soal BBM. Kalau tidak salah soal perumahan,” terangnya.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler