Diretas! Akun WeChat PM Australia Diganti “Australian Chinese new life”

Australia, Kampartrapost.com – Sebuah surat kabar melaporkan pada hari Senin (24/1/2021) akun WeChat Perdana Menteri Australia Scott Morrison  mengalami peretasan.

Pada awal bulan ini 76.000 pengikutnya di Wechat di beri tahu jika nama halamannya di ganti namanya dengan “Australian Chinese new life”. Perubahan itu dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah, lapor surat kabar The Daily Telegraph Sydney.

Melansir The Associated Press, Ketua Komite Gabungan Parlemen untuk Intelijen dan Keamanan James Paterson menuduh Partai Komunis China menyensor perdana menteri karena adanya pemilihan pada Mei.

Paterson, yang merupakan anggota Partai Liberal konservatif Morrison, meminta semua anggota parlemen untuk memboikot platform yang China Tencent miliki.

Baca juga: Pertama! Amazon Bakal Buka Toko Pakaian di California

“Apa yang telah pemerintah China lakukan dengan menutup akun Australia adalah campur tangan asing terhadap demokrasi Australia pada tahun pemilu,” kata Paterson kepada Radio Sydney di 2GB.

“Tidak boleh ada politisi di WeChat dan melegitimasi sensor mereka,” tambah Paterson.

Paterson mengatakan mengkhawatirkan bahwa 1,2 juta warga China Australia yang menggunakan platform tersebut tidak dapat mengakses berita dari perdana menteri.

Tetapi masih dapat melihat kritik terhadap pemerintah yang pemimpin oposisi Anthony Albanese buat.

Anggota parlemen Partai Liberal dan mantan diplomat Dave Sharma mengatakan campur tangan itu kemungkinan telah pemerintah China setujui.

Baca juga: Setelah Hantaman Tsunami, Tiga Pulau di Tonga Rusak

Sharma mengatakan meskipun Morrison menggunakan WeChat untuk terhubung dengan diaspora Tiongkok Australia. Akan tetapi platform tersebut pada akhirnya Partai Komunis Tiongkok kendalikan.

“Kemungkinan besar itu adalah sanksi negara dan itu menunjukkan sikap terhadap kebebasan berbicara. Serta kebebasan berekspresi yang keluar dari Beijing,” kata Sharma kepada televisi Sky News.

Morrison memiliki hubungan yang menjengkelkan dengan China sejak ia menggantikan Malcolm Turnbull sebagai perdana menteri pada 2018.

China telah kritis terhadap kemitraan baru yang melibatkan Australia, Inggris dan Amerika Serikat yang di umumkan pada bulan September di mana Australia akan di berikan kapal selam bertenaga nuklir.

Baca juga: Emirates Tunda Penerbangan ke AS Gara-gara 5G, Kenapa?

Berita Direkomendasikan

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Berita Terpopuler