dr. Widya Akui Tak Mudah Kelola PSSI di Era Pandemi

Jakarta, Kampartrapost.com – dr. Widya akui tak mudah mengelola organisasi sebesar PSSI di era pandemi seperti saat ini.

Apalagi belakangan ini PSSI sering menghadapi berbagai masalah seperti pernyataan kontroversial Haruan Soemitro tentang Shin Tae-Yong, kasus pengaturan skor.

Kasus imigrasi Saddil Ramdani di Malaysia, serta problem supporter dan hutang dan beberapa masalah lainnya.

Namun PSSI tetap berusaha menyelesaikan berbagai masalah tersebut walaupun sering mendapatkan komentar negatif dari netizen.

“Sedih saat PSSI mendapat komentar yang miring dan negatif oleh netizen, padahal saya tahu betul bahwa mereka sudah bekerja keras.”

Baca juga: Ini Penyebab Haruna Soemitro Dibully Netizen Habis-habisan

“Sangat tidak mudah mengelola PSSI dan klub di tengah pandemi ini,” kata dr. Widya Rahayu Arini Putri Brand Ambassador PSSI.

Menurut dr. Widya memang tidak mudah untuk mengelola persepakbolaan di Indonesia. Karena bersarnya tanggung jawab yang dipegang oleh PSSI.

“Saya mengenal lebih jauh mengenai persepakbolaan di Indonesia khususnya dalam mengelola PSSI.”

“Ternyata mengelola persepakbolaan di Indonesia tidak semudah yang kita bayangkan, karena yang ditangani sangat banyak,” ungkap dokter lulusan Universitas Tri Sakti itu.

Hal yang membuat dr. Widya turut prihatin ketika para pemain timnas dan klub terjangkit Covid-19.

Baca juga: Pemain Liga 1 Positif Covid-19, Tes PCR Banyak Direkayasa

Pasalnya membuat mereka tidak bisa tampil di lapangan hijau.

“Sedih apabila ada pemain timnas dan klub yang terjangkit Covid-19, hal tersebut membuat mereka tidak dapat perform di lapangan hijau,” tambahnya.

Senang Membantu PSSI

Di sisi lain dr. Widya turut senang bisa jadi bagian dari organisasi besar seperti PSSI. Dengan ada dirinya bisa membantu PSSI khususnya terkait protokol kesehatan Liga Indonesia.

“Membantu PSSI khususnya dalam kaitan protokol kesehatan karena liga 1 dan 2 yang berlangsung tanpa penonton.”

“Namun menerapkan sistem buble to bubble dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,”

Kemudian ia juga bersyukur karena bisa banyak bertemu dengan tokoh-tokoh hebat di Indonesia yang bisa mengupgrade ia jadi individu lebih baik lagi.

Baca juga: Soal Melonjaknya Omicron, Save Our Soccer: Prokes ketat atau stop liga 1?

“Lebih banyak bertemu, mengenal dan berdiskusi langsung dengan orang-orang penting, tokoh masyarakat.”

“Tentunya baik yang berada di pemerintahan, swasta, pemain, pelatih maupun official. Hal tersebut membuat saya menambah wawasan dan dapat terinspirasi serta termotivasi untuk menjadi individu yang lebih baik lagi,” tutup dr. Widya.(fw)

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler