Global Statistics

All countries
650,126,734
Confirmed
Updated on 5 December 2022 2:31 PM
All countries
608,195,021
Recovered
Updated on 5 December 2022 2:31 PM
All countries
6,646,993
Deaths
Updated on 5 December 2022 2:31 PM
Senin, Desember 5, 2022

Eko Kuntadi Sebut Film Nussa Mengampanyekan Radikalisme

- Advertisement -

Kampartrapost.com – Nussa adalah salah satu film animasi yang berasal dari Indonesia yang akan tayang di Korea Selatan di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) yang dimulai 8 hingga 18 Juli 2021.

BIFAN melakukan acaranya dengan sistem luring dan daring. Yang akan dilaksanakan secara hibrid pada pelaksanaanya yang ke-25.

Film Nussa yang disutradarai oleh Bony Wirasmono itu salah satu perwakilan Indonesia yang masuk dalam kategori film keluarga.

- Advertisement -

Film animasi ini berjalan di bawah Visinema dan The Little Glantz, studio animasi asal Jakarta dan film ini merupakan film pertama anak bangsa yang akan tayang di Korea Selatan.

Dalam ceritanya Nussa sebagai anak yang ceria dan memenangkan lomba Sains yang akan dirayakan oleh ayahnya, namun disisi lain ia harus berhadapan dengan temannya yaitu Jonni dan Rival yang lebih unggul darinya.

Baca juga: Komika Bintang Emon Positif Covid-19
- Advertisement -

Sutradara film animasi Nussa, Bony Wirasmono memberikan sabutannya di BIFAN ia berharap film ini dapat menghibur keluarga di Korea Selatan. “dengan diputarnya film ‘Nussa’ pada festival BIFAN di Korea Selatan, saya berharap nantinya film ini dapat dinikmati juga oleh keluarga di Korea Selatan. Sesuai dengan #NUSSAUntukSemua, tentunya besar harapan saya agar semoga film ini bermanfaat dan dapat dinikmati secara universal oleh semua kalangan.”

Di Indonesia, Film animasi Nussa akan tayang di bioskop 4 Juni 2021 dan Visinema Picture mengeluarkan soundtrack yang berjudul berjudul “Kejutanku” di berbagai platform.

- Advertisement -

Disisi lain, salah satu pengguna Twitter Eko Kuntadi mengatakan film kartun Nussa sedang mengampanyekan taliban dan radikalisme.

Latar belakang permasalahan ini dikarenakan hanya busana yang dipakai tokoh utama Nussa dan Rara di film itu diangap tidak Nusantara.

“Apakah ini foto anak Indonesia? Bukan. Pakaian lelaki sangat khas Taliban. Anak Afganistan. Tapi film Nusa Rara mau dipromosikan ke seluruh dunia. Agar dunia mengira, Indonesia adalah cabang khilafah atau bagian dari kekuasaan Taliban. Promosi yang merusak!” dikutip dari tweet Eko.

Angga Dwimas Sasongko selaku CEO dan Founder Visinema Pictures salah satu sosok yang menggarap film Nussa, ia tidak mau mengomentari isu tersebut. Karena ia lebih fokus dengan tema film tersebut yang menunjukkan kegembiraan.

Saat mempromosikan filmnya di festival ia mengatakan “puji Tuhan sudah mulai diapresiasi. Dipilih kurator untuk World Premier di Bucheon Internasional Film Festival bulan depan. Salah satu festival terbaik di Asia. Terimakasih,” tulisnya.

Baca juga: Prediksi Euro 2021: Portugal vs Prancis, Duel Juara Eropa vs Juara Dunia
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait