Fenomena Kesadaran Bela Negara di Era Society 5.0

Kampartrapost.com – Dunia sedang memasuki era society 5.0 yang merupakan penyempurnaan dari konsep-konsep sebelumnya. Society 5.0 merupakan era dimana teknologi adalah bagian dari manusia, dan internet tidak hanya sekedar untuk berbagi informasi melainkan juga menjalani kehidupan.

Selain itu, nilai baru yang diciptakan melalui perkembangan teknologi dapat mengurangi adanya perbedaan pada manusia serta masalah ekonomi di kemudian hari. Sehingga era society dapat membentuk sebuah masyarakat yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan teknologi dengan menyelesaikan masalah melalui sistem yang mengintegrasikan dunia maya dan ruang fisik secara nyata atau “Super Smart Society” menjadikan integrasi teknologi untuk kehidupan sehari-hari.

Tiga kemampuan utama dalam menghadapi era society 5.0 diantaranya, yaitu kemampuan memecahkan masalah kompleks dan dapat menjadi problem solver bagi dirinya serta orang banyak. Kemampuan untuk berpikir secara kritis, bukan hanya sekadar dalam kelas namun juga dalam kehidupan kemasyarakatan dan lingkungan sekitar agar timbul kepekaan sosial, serta kemampuan untuk berkreativitas.

Pada era society 5.0 dunia pendidikan sangat berperan dalam meningkatkan kualitas atau mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Selain Pendidikan, beberapa elemen dan pemangku kepentingan seperti pemerintah, Organisasi Masyarakat (Ormas) dan seluruh masyarakat juga turut andil dalam menerapkan era society 5.0.

Tenaga pendidik khususnya dosen diharapkan memiliki kesiapan dan kemampuan berpikir Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk menjawab tantangan global pada era society 5.0.  Dosen yang akan mencetak generasi penerus bangsa sangat erat kaitannya terhadap kualitas SDM di masa depan. Hal tersebut juga bertujuan untuk mengurangi perbedaan pola pikir dan orientasi teknologi agar dapat berintegrasi antara manusia dan teknologi di kemudian hari.

Di masa society 5.0 manusia diharapkan lebih cepat menghasilkan solusi dalam memenuhi kebutuhannya. Dampaknya, manusia yang bersifat sosial akan menggali informasi yang mereka butuhkan serta menciptakan inovasi baru dengan kreativitas untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Manusia di era ini bersikap dan berpikir mengikuti pola perkembangan zaman, namun tidak akan lupa dengan identitas bangsa Indonesia.

Bela negara adalah sikap atau perilaku warga negara yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pembinaan kesadaran bela negara adalah upaya untuk membangun karakter bangsa Indonesia yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme terhadap NKRI.

Pada era society, bela negara tidak hanya dilakukan secara fisik dengan mengikuti pertempuran di medan perang, tetapi bela negara dapat ditunjukkan dengan tidak melakukan korupsi, tidak melakukan ujaran kebencian, tidak menyebarkan berita hoax, serta menolak untuk ajaran atau paham-paham radikalisme yang dapat memecah belah bangsa dan negara.

Nadia Rahmawati Dosen Keperawatan, Universitas Tanjungpura Pontianak

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler