Gara-gara Makan Plastik Sampah, Gajah di Sri Lanka Mati

Sri Lanka, Kampartrapost.com – Konservasionis dan dokter hewan memperingatkan bahwa sampah plastik di tempat pembuangan sampah terbuka di Sri Lanka timur membunuh gajah di wilayah itu.

Selama akhir pekan berlangsung, mereka mengatakan jika telah menemukan dua gajah yang mati di sekitar pembuangan sampah.

Melansir The Associated Press, Sekitar 20 gajah telah mati selama delapan tahun terakhir setelah memakan sampah plastik di tempat pembuangan sampah.

Baca juga: Baru! Studi Tentang Kehidupan Mars di Meteroit Ditemukan di Antartika

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ini terletak di desa Pallakkadu di distrik Ampara, sekitar 210 kilometer (130 mil) timur ibukota, Kolombo.

Jenazah gajah liar tergeletak di tempat pembuangan sampah terbuka di desa Pallakkadu di distrik Ampara, sekitar 210 kilometer (130 mil) timur ibu kota Kolombo, Sri Lanka, Kamis, 6 Januari 2022. Para ahli konservasi dan dokter hewan memperingatkan bahwa sampah plastik di TPA terbuka di Sri Lanka timur membunuh gajah di wilayah tersebut, setelah dua lagi ditemukan mati selama akhir pekan.  Sekitar 20 gajah telah mati selama delapan tahun terakhir setelah mengkonsumsi sampah plastik di tempat pembuangan sampah.  Pemeriksaan hewan yang mati menunjukkan bahwa mereka telah menelan sejumlah besar plastik yang tidak dapat terurai yang ditemukan di tempat pembuangan sampah, kata dokter hewan satwa liar Nihal Pushpakumara.  (Foto AP/Achala Pussalla)
Bangkai gajah yang mati di tempat pembuangan sampah di Sri Lanka. (Foto AP/Achala Pussalla)

Pemeriksaan hewan yang mati menunjukkan bahwa mereka telah menelan sejumlah besar plastik yang tidak dapat terurai di tempat pembuangan sampah, kata dokter hewan satwa liar Nihal Pushpakumara.

“Polythene, pembungkus makanan, plastik, non-digestible lainnya dan air adalah satu-satunya hal yang bisa kita lihat di post mortem. Makanan normal yang dimakan dan dicerna gajah tidak jelas,” katanya.

Di Sri Lanka gajah merupakan hewan yang terhormat. Namun, saat ini gajah di Sri Lanka terancam punah. Jumlah mereka telah berkurang dari sekitar 14.000 pada abad ke-19 menjadi 6.000 pada tahun 2011, menurut sensus gajah pertama di negara itu.

Baca juga: Sebut Seperti Gengster, Korea Utara Sebut Sanksi AS Tuai Banyak Provokasi
Gajah liar mengais makanan di tempat pembuangan sampah terbuka di desa Pallakkadu di distrik Ampara, sekitar 210 kilometer (130 mil) timur ibukota Kolombo, Sri Lanka, Kamis, 6 Januari 2022. Para ahli konservasi dan dokter hewan memperingatkan bahwa sampah plastik di TPA terbuka di Sri Lanka timur membunuh gajah di wilayah itu, setelah dua lagi ditemukan mati selama akhir pekan.  Sekitar 20 gajah telah mati selama delapan tahun terakhir setelah mengkonsumsi sampah plastik di tempat pembuangan sampah.  Pemeriksaan hewan yang mati menunjukkan bahwa mereka telah menelan sejumlah besar plastik yang tidak dapat terurai yang ditemukan di tempat pembuangan sampah, kata dokter hewan satwa liar Nihal Pushpakumara.  (Foto AP/Achala Pussalla)
Gajah liar sedang mengais makanan di tempat pembuangan sampah. (Foto AP/Achala Pussalla)

Gajah-gajah tersebut semakin langkan karena hilangnya habitat alami mereka. Banyak gajah yang memasuki pemukiman warga untuk mencari makanan. Namun, beberapa gajah juga menjadi sasaran oleh pembunuh liar karena telah merusak tanaman mereka.

Gajah yang lapar saat ini mencari makan di tempat pembuangan sampah. Mereka memakan sampah plastik serta beberapa benda tajam yang dapat merusak pencernaan mereka.

“Gajah-gajah itu kemudian berhenti makan dan menjadi terlalu lemah untuk menjaga tubuh mereka yang berat tetap tegak. Ketika itu terjadi, mereka tidak bisa mengkonsumsi makanan atau air, yang mempercepat kematian mereka,” katanya Pushpakumara.

Baca juga: Pengangguran di AS Kian Meningkat Mencapai 230.000

Berita Direkomendasikan

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Berita Terpopuler