Guru di Lombok Santuni Kaum Duafa dari Hasil Penjualan Narkoba

Kampartrapost.com – Pemberitaan mengenai seorang guru honorer asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) berininsial HA beberapa waktu lalu mencuri perhatian publik.

Bukan karena kisah pilu terkait kesejahteraan guru honorer pada umumnya, pemberitaan mengenai pria berusia 34 tahun itu ramai diperbincangkan karena perbuatan yang sangat kontradiktif.

HA diketahui menjual obat-obatan terlarang atau narkoba, lantaran upah yang didapatkan sebagai guru tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Per bulannya, guru di madrasah setempat itu mampu meraup uang dengan jumlah besar, yaitu mencapai Rp.36 juta.

Demikian disampaikan Kasat Narkoba Polres Lombok Timur AKP Bagus Suputra.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Buron Penembakan Kuansing di Jambi

“Hasilnya sangat menggiurkan. Jadi, dia per bulan itu Rp.36 jutaan, karena mendapatkan barang ini seminggu dua kali,” ujarnya, dikutip dari Kompas.

Fakta yang mengejutkan, sebagian keuntungan hasil penjualan barang haram tersebut digunakan HA untuk menyantuni kaum duafa.

Perbuatan mulia meskipun dengan cara yang salah oleh HA tentunya tak bisa dibenarkan. Pada Selasa (2/8/2022) ,ia dan rekan transaksinya berinsial FT (32) ditangkap Polres Lombok Timur.

Dari hasil penggeledahan aparat, diamankan barang bukti berupa dua paket sabu yang disembunyikan di bawah papan permainan biliar.

Polisi juga menyita alat konsumsi sabu dan uang sebesar Rp.150 ribu. Pelanggan HA sendiri adalah kelompok nelayan di kawasan Labuan Lombok, salah satunya FT.

BACA JUGA: Hina Bali, Sandiaga Uno Tanggapi Pernyataan Senator Australia

Atas tindakan yang dilakukan, HA dijerat UU Narkotika Pasal 114 dan 112, dengan ancaman penjara minimal 5 tahun masa tahanan.

Kejadian tak lazim yang dilakukan oleh HA menyita perhatian publik, lantaran hal tersebut tak biasa dilakukan, terlebih oleh seorang guru.

Diharapkan pihak berwajib dapat memberikan efek jera pada pelaku, agar kejadian serupa tak kembali terulang, meskipun keuntungan penjualan dari barang haram tersebut digunakan untuk tujuan mulia.

 

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler