Global Statistics

All countries
649,677,375
Confirmed
Updated on 4 December 2022 4:14 AM
All countries
624,774,599
Recovered
Updated on 4 December 2022 4:14 AM
All countries
6,645,773
Deaths
Updated on 4 December 2022 4:14 AM
Minggu, Desember 4, 2022

Hacker Berhasil Retas E-Mail FBI, Kirim 100.000 Pesan Palsu

- Advertisement -

Amerika Serikat, Kampartrapost.com – Sebuah kelompok hacker dilaporkan berhasil menyusup ke sistemm Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI pada Sabtu (13/11/2021).

Melansir CNN Indonesia, kelompok hacker tersebut mengirim kurang lebih 100.000 E-mail yang berisi tentang serangan siber, kata agen dan spesialis keamanan FBI.

Organisasi Intelejen Ancaman Internasional, Spamhaus mengatakan jika memang puluhan pesan yang kelompok hacker tersebut kirimkan adalah sebuah pesan tentang peringatan serangan siber.

- Advertisement -

Spamhaus juga telah mengunggah salinan email yang telah para kelompok hacker kirimkan semalam di laman twitter resminya.

Baca juga: Diklaim Hina Islam, Call of Duty Cabut Lafadz Al-Quran di Vanguard

- Advertisement -

Selain itu, Spamhaus juga memperingatkan kepada pada warganet agar tetap berhati-hati dan tidak panik setelah adanya serangan pesan palsu ini.

Sementara itu FBI juga telah memberikan statement resmi melalui website resmi mereka.

Baca juga: Neas Wanimbo Ajak Pemuda Jadi Pahlawan di Masa Depan dalam Peringatan Hari Pahlawan 10 November
- Advertisement -

FBI mengatakan jika masyarakat sebaiknya berhati-hati terhadap pengirim yang tidak mereka kenal. Mereka juga menambahkan jika melihat aktifitas yang mencurigakan agar segera melaporkannya pada ic3.gov atau cisa.gov.

Selagi memperbaiki server mereka, FBI dan Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) agar masyarakat sementara ini agar tetap berhati-hati dalam mengirim atau menerima pesan elektronik. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak mereka inginkan.

“Ini adalah situasi yang sedang berlangsung. Dan kami tidak dapat memberikan informasi tambahan apa pun saat ini,” tutur FBI dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Hak-hak menjelang pelaksanaan eksekusi mati di berbagai negara dan kontroversinya yang di nilai melanggar HAM
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait