Global Statistics

All countries
646,050,236
Confirmed
Updated on 27 November 2022 8:48 AM
All countries
623,080,376
Recovered
Updated on 27 November 2022 8:48 AM
All countries
6,636,032
Deaths
Updated on 27 November 2022 8:48 AM
Minggu, November 27, 2022

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Bom Bunuh Diri di Masjid Afghanistan

- Advertisement -

Afghanistan, Kampartrapost.com – Ledakan bom bunuh diri pada hari Jumat menyerang sebuah masjid di provinsi Kunduz timur laut Afghanistan dan menewaskan sejumlah jamaah.

Melansir Reuters, ISIS telah mengklaim jika mereka bertanggung jawab atas serangan yang menurut kantor berita pemerintah Bakhtar telah menewaskan 46 orang dan melukai 143 orang.

ISI mengklaim ledakan tersebut melalui agensi Amaq pada Sabtu (9/10/2021), dikutip dari laman The New Daily.

- Advertisement -

Dua pejabat pemerintahan juga melaporkan jika korban tewas bisa mencapai 70 hingga 80 orang.

Baca juga: Microsoft: Rusia Dalang Dibalik Serangan Siber di Berbagai Negara
Sepatu dan noda darah terlihat di dalam masjid setelah ledakan di Kunduz, Afghanistan 8 Oktober 2021. REUTERS/Stringer
sebuah masjid setelah ledakan, di Kunduz, Afghanistan 8 Oktober 2021. REUTERS/Stringer

Dalam sebuah rekaman video yang di unggah oleh media berita Reuters, menunjukkan banyak sekali korban jiwa yang tertimpa puing-puing masjid.

- Advertisement -

PBB di Afghanistan menyebut jika ledakan bom bunuh diri tersebut bagian dari kekerasan yang dilakukan oleh ISIS. Karena ini terjadi dalam beberapa hari terakhir. Termasuk di sebuah masjid di Kabul dan di sekolah keagamaan di provinsi timur Khost.

Baca juga: Bye California! Elon Musk Bakal Boyong Tesla ke Texas
Sebuah pemandangan menunjukkan sebuah masjid setelah ledakan, di Kunduz, Afghanistan 8 Oktober 2021. REUTERS/Stringer
Keadaan masjid setelah ledakan, di Kunduz, Afghanistan 8 Oktober 2021. REUTERS/Stringer

Serangan serupa juga terjadi beberapa pekan terakhir. ISIS juga mengklaim mereka adalah pelakunya.

- Advertisement -

Para korban ledakan tersebut ialah Hazara, sebuah etnis minoritas di Afghanistan yang sering menerima diskriminasi dan perlakuan buruk di Afghanistan.

Serangan ISIS di Afghanistan ini terjadi ketika Taliban berusaha mengkonsolidasikan kekuatan agar memiliki standar petugas keamanan seperti negara-negara lain.

Baca juga: Sejumlah alasan di balik tren perempuan yang lebih berpotensi alami kelelahan mental ketimbang laki-laki
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait