Jokowi Ingin Indonesia Ekspor Beras untuk Bantu atasi Krisis Pangan Global

Bangkinang Kota, Kampartrapost.com – Sesuai arahan Presiden Indonesia Joko Widodo menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan ekspor beras guna ikut serta membantu mengatasi krisis pangan global saat ini.

Sejak tahun 2019, Indonesia sudah menjaga kelestarian swasembada beras yang telah memenuhi kebutuhan beras 90 % nasional.

“Ini yang kita pertahankan dan kita tingkatkan sehingga tidak hanya swasembada beras saja tetapi nanti bisa ekspor beras.”

BACA JUGA: Gubernur Riau Puji Desa Wisata Kampung Patin Kampar di Hadapan Sandiaga Uno

“Ikut mengatasi kelangkaan pangan di beberapa negara, karena sudah mengerikan sekali,” ujar Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022 melansir Kompas

Akibat beberapa waktu lalu pandemi yang sangat panjang, puluhan negara mengalami kelaparan dan kekurangan bahan makanan akut dan ratusan jiwa terancam mengalami krisis kemiskinan yang ekstrem.

Di sisi lain wajah dunia, Indonesia mendapatkan sebuah penghargaan dari International Rice Research Institute atas system ketahanan pangan dan swasembada beras yang telah di lakukan.

Melihat krisis yang dialami oleh negara lain, Presiden Jokowi ikut mengambil peran aktif dalam melakukan giat sosial dengan membantu mengekspor beras ke negara-negara yang mengalami krisis pangan.

BACA JUGA: Pantun Jadi Budaya Dunia, Mendikbudristek Apresiasi Provinsi Riau

“Biasanya kalau ada krisis (hanya) 4-5 negara, ini sudah 60 negara yang diprediksi akan ambruk ekonominya dan 345 juta orang di 82 negara akan menderita kekurangan pangan akut dan kelaparan,” terangnya.

Pada tahun sebelumnya, Presiden Jokowi mengapresiasi para petani ditanah air karena mampu memproduksi beras sebesar 31,3 juta ton.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Utamanya kepada pelaku riil pekerja di sawah, para petani Indonesia atas kerja kerasnya,” lanjutnya.

Indonesia diharapkan khususnya petani di tanah air untuk terus mengembangkan produksi kebutuhan nasional lainnya. Sehingga dapat memicu membangkitkan ekonomi negara dan dapat tembus di pasar ekspor.

“Diverifikasi pangan, hati-hati kita tidak hanya tergantung pada beras tetapi harus mulai untuk jenis-jenis bahan pangan yang lainnya,” tutupnya.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler