Junaidi Firdaus, Orang Indonesia Pertama dari Kampar Kuliah di Kazakhstan

Kazakhstan, Kampartrapost.com – Seorang pemuda asal Kampar, jadi mahasiswa Indonesia pertama yang kuliah full time di Kazakhstan. Pemuda yang bernama Junaidi Firdaus ini merupakan mahasiswa jurusan Management Business and Administration di M.Narikbayev Kazguu University, Nur Sultan, Kazakhstan.

Junaidi tinggal di salah satu asrama yang ada di daerah Nur Sultan bersama dengan mahasiswa lainnya.

“Di sini tinggal di ibu kota Kazakhstan yaitu Nur Sultan. Kuliah jurusan Management Business and Administration di M.Narikbayev Kazguu University,” kata Junaid kepada kampartrapost, Selasa (9/11).

Baca juga: Suka Duka Neas Wanimbo dalam Membangun Komunitas Hanowene di Papua

Ketika ditanya bagaimana pendidikan disana, Junaidi mengatakan sistem pendidikan di Kazakhshtan tidak jauh berbeda dengan sistem pendidikan barat.

“Sistem pendidikannya mengadopsi sistem pendidikan Barat, yang mana jadwal mata kuliah, jumlah kredit bisa kita tentuin sendiri melalui apps pendidikan yang namanya platonous,” jelas Junaidi, salah satu bagian dari Yapari (Yayasan Pengkaderan Anak Riau) itu.

Tentunya tidak hanya Junaidi, berbagai mahasiswa asing ternyata juga banyak kuliah disana yang tersebar dari belahan dunia lainnya seperti Asia dan Eropa.

Pasalnya, M.Nazikbayev Kazguu University adalah salah satu kampus bergengsi di Nur Sultan

“Ada dari U.S, Prancis, Kyrgyz, Takjistan, Uzbekistan, Nigeria, Korea dan China”

“Salah satu kampus bergengsi lah di sini,” lanjut Junaidi.

Junaidi sebut untuk melanjutkan studinya disana awalnya ia mendapatkan beasiswa, namun karena Covid-19 beasiswa tersebut dicabut oleh pemerintah, sehingga ia sekarang hanya menggunakan jalur mandiri.

“Dulu setahun pertama kita beasiswa, tapi semenjak Covid-19 beasiswa kita udah dicabut. Alasannya pemerintah udah mencabut semua beasiswa bagi orang asing selama pandemi, dan sekarang jalur mandiri,”

Baca juga: Yapari, Wadah Gotong Royong Anak Muda yang Ingin Studi ke Luar Negeri

Dampak dari dicabutnya beasiswa tersebut, Junaid harus pandai-pandai mengelola keuangannya, agar bisa lancar berkegiatan disana.

Tetapi hal tersebut bukan menjadi hambatan baginya, karena pemerintah Indonesia disana turut membantu dengan mengadakan beberapa program.

“Kendalanya ya kita harus minta kiriman lebih dari orang tua, harus pandai-pandai mengelola keuangan supaya kiriman bulanan bisa cukup”

“Tapi itu worth it untuk kuliah di sini”

“Tapi kita terbantu banget sama program KBRI dan bantuan KBRI juga,” tutup Junaidi.

Junaidi Firdaus merupakan pemuda asli Kabupaten Kampar, Riau, dan juga alumni Pondok Pesantren Darun Nahdah (salah satu pesantren tertua di Riau). (fw)

Baca juga: Beratnya Perjuangan Negara Miskin untuk Cegah Bencana Akibat Pemanasan Global

Berita Direkomendasikan

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Berita Terpopuler