KBRI Tunis Gelar Beberapa Lomba Dalam Rangka Memperingati Hut Ke-77 RI

Bangkinang Kota, Kampartrapost.com – Dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia, KBRI Tunis menggelar upacara Hari Kemerdekaan di Wisma Dubes RI. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi.

KBRI Tunis juga menggelar berbagai perlombaan diantaranya Lomba Lari Karung, Tarik Tambang, Joget Bola, Kursi-Panas, Karaoke dan Stand Up Comedy.

“Pada hari yang bersejarah ini, hendaknya kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Bung Karno mengingatkan kita semua, bahwa negeri ini pada hakikatnya adalah rahmat Tuhan kepada kita semua, yang harus dirawat dengan cara menjaga persatuan dan menjadikan negeri ini erkemajuan.”

“Sebab itu, kami setelah upacara pengibaran bendera Merah Putih, melakukan potong tumpeng sebagai tanda syukur kepada Tuhan,” Ujar Misrawi dikutip pada laman detiknews.

“Pada hari ini, kita juga riang gembira bersama. Di dalam kebersamaan selalu ada kegembiraan dan kebahagiaan.”

BACA JUGA: Berikut Tempat Penukaran Uang Baru Bagi Warga Pekanbaru

“Semoga kita terus bisa merawat dan menjaga kebersamaan, sebab kebersamaan merupakan modal untuk bangkit lebih kuat di masa masa mendatang,” ujarnya lagi.

Dalam kegiatan ini pun Dubes Misrawi juga menjelaskan sejarah filosofi dan makna Kemerdekaan RI.

“Kemerdekaan merupakan berkah dan rahmat Tuhan yang sangat besar bagi Indonesia dan dunia. Sebab itu, setelah Indonesia merdeka dari penjajah, Bung Karno langsung membantu negara-negara yang masih terjajah untuk meraih kemerdekaan.”

“Visi kemerdekaan kita sangat inspiratif, karena meniscayakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Sebab itu, Bung Karno menjadi ikon negara negara Asia-Afrika dalam memperjuangkan hak mereka untuk merdeka dan berdaulat secara politik,” ujar Misrawi di laman detiknews.

Penyampaian Pidato oleh Misrawi

Dalam pidatonya Misrawi menyebutkan bahwa Bung Karno ikut perperan aktif dalam mendukung dari berbagai negara untuk kemerdekaan Tunisia.

BACA JUGA: Gubernur Riau Puji Desa Wisata Kampung Patin Kampar di Hadapan Sandiaga Uno

“Habib Bourgaiba berkunjung ke Indonesia pada tahun 1951 untuk berjumpa Bung Karno dan meminta dukungan dari Indonesia untuk kemerdekaan dengan cepat.”

“Pada tahun 1952 membuka ‘Kantor Tunisia’ di Jakarta, bendera Tunisia pun dikibarkan, serta berperan aktif dalam menggalang dukungan dari berbagai negara untuk kemerdekaan Tunisia.”

“Itu maknanya, kita memaknai kemerdekaan dalam konteks yang lebih luas, untuk kemerdekaan negara-negara yang terjajah,” lanjutnya.

Pada kesempatan terakhir, Misrawi juga menambahkan bahwa Bung Karno semakin memperkokoh visinya dengan mengadakan dan menggelar Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 di Bandung.

“Alhamdulillah, seluruh Negara Asia-Afrika dapat meraih kemerdekaannya. Nama Bung Karno harum di berbagai belahan dunia, khususnya Tunisa.”

“Karena perannya sangat sentral dalam mewujudkan kemerdekaan negara-negara Asia-Afrika.”

BACA JUGA: Jokowi Ingin Indonesia Ekspor Beras untuk Bantu atasi Krisis Pangan Global

“Sebab itu, merayakan kemerdekaan RI pada hakikatnya merayakan kemerdekaan dari penjajahan dan diplomasi persahabatan Indonesia dengan negara-negara sahabat.”

“Oleh karena itu, hubungan bilateral Indonesia-Tunisia, semoga semakin kokoh di masa mendatang dan membawa kemaslahatan bagi kedua Negara,” tutupnya.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler