Keberkahan Ramadhan di Turki Negara 2 Benua

Oleh: Irma Gustia

Mahasiswa di Suleyman Demirel University

Kampartrapost.com – Salam rindu untuk Indonesia dari anak perantauan ini. Halo perkenalkan nama saya Irma Gustia yang berasal dari Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau.

Saya merupakan anak kedua dari Irwanto dan Irawati, orang tua hebat yang selalu sabar dan mendukung cita-cita saya untuk sekolah di luar negeri.

Hingga akhirnya kini saya bisa melanjutkan pendidikan di Suleyman Demirel University, Turki.

Turki adalah salah satu negara yang diimpikan banyak orang untuk menuntut ilmu, termasuk saya.

Negara yang pendidikan nya berstandar Eropa ini memiliki banyak mahasiswa asing dari berbagai negara seperti Kazakhstan, Surya, Somalia, Iran, Rusia serta banyak negara lainnya.

Ini juga salah satu pemicu saya bisa belajar banyak budaya negara lain, tidak hanya budaya Turki.

Bukan hanya budaya negara lain, namun juga sejarah Turki yang kaya akan sejarah Islam seperti peristiwa yang tidak pernah terlupakan bagi umat Islam yaitu penaklukan konstantinopel.

Bercerita sedikit tentang pengalaman di Turki, ini adalah pertama kalinya saya merasakan bulan Ramadhan jauh dari orang tua.

Sedikit terasa berat untuk anak seperti saya yang tiap tahunnya selalu menikmati sahur dan berbuka bersama dengan keluarga yang biasanya di sediakan oleh ibu masakan enak khas Indonesia.

Sementara di Turki saya harus memikirkan setiap harinya bagaimana makan dengan masakan sendiri menggunakan bumbu seadanya.

Tetapi hal itu bukan berarti membuat saya tidak menikmati Ramadhan di Turki.

Alhamdulilah saya merasakan banyak keberkahan bulan Ramadhan di Turki ini, seperti mengikuti kursus menghafal Al-Qur’an di universitas.

Saya juga merupakan salah satunya mahasiswa asal Indonesia, selebihnya mahasiswa Turki.

Sedikit sulit, karena guru yang mengajar Al-Quran nya adalah orang Turki dan Al-Qur’annya pun diterjemahkan dalam bahasa Turki.

Terkadang saya sering mendapatkan candaan dari teman-teman karena kurang memahami apa yang mereka ucapkan.

Tetapi mereka tetap selalu membantu saya untuk lebih paham dan agar tetap semangat

Setiap pulang belajar di universitas selama bulan Ramadhan ini biasanya saya langsung pergi berjalan kaki sendirian untuk mendapatkan ilmu Al-Quran tersebut .

Keberkahan lainnya yang saya rasakan ketika bisa menjadi bagian dari kumpulan majelis ilmu di komplek orang Turki.

Saya juga mengikuti tadarus dengan ibu-ibu komplek yang biasa disebut dengan mukabele dalam bahasa Turki.

Karena sering selalu bersama, terkadang saya suka menanyakan lebih detail bagaimana Mazhab di Turki, bagaimana menyambut hari raya idul fitri, budaya di Turki hingga rutinitas yang orang Turki lakukan selama bulan Ramadhan.

Begitupun sebaliknya, terkadang mereka suka menanyakan tentang Indonesia ketika melihat mukena yang saya kenakan berasal dari Indonesia.

Hal lain yang membuat mereka senang ketika saya bersalaman dengan mencium tangan seperti di Indonesia. Bahkan mereka meresponnya dengan memberikan pelukan kasih sayang layaknya keluarga.

Dan ini menjadi salah satu yang membuat terobatinya rindu dengan ibu saya di Indonesia.

Saya tinggal di Kota Isparta, salah satu kota di Turki yang pemerintahannya memberikan tempat khusus untuk berbuka gratis bagi siapapun dengan kapasitas 2.500 orang setiap harinya.

Beberapa teman dari Indonesia juga kerap merasakan makanan Turki di kota ini seperti zaitun, ekmek (roti), köfte, manisan khas Turki seperti helwa, dan minuman ayran.

Ingin rasanya untuk mencoba, tetapi karna saya terlalu merindukan masakan Indonesia, akhirnya memutuskan untuk memasak masakan khas Indonesia untuk mengobati rindu yang ada.

Puasa di Turki kali ini terasa sedikit lebih sulit, pasalnya waktu buka puasa yang lebih lama dari Indonesia yakni hingga pukul 19.40 TRT atau 20.00 WIB.

Apalagi dari hari Senin-Jumat harus masuk kuliah dan harus melawan suhu yang dingin, karena musim disini masih peralihan dari musim dingin ke musim semi.

Untuk menunjukkan rasa cinta dan kontribusi kepada Indonesia, saya mencoba mendirikan Merkez Community yaitu Beasiswa Kursus Bahasa Turki secara online.

Komunitas ini bertujuan untuk memudahkan pelajar di Indonesia dalam melanjutkan studinya ke Turki atau orang-orang yang ingin menikah dengan orang Turki a

Saya merasakan sampai di Turki ini hanya perjalanan awal, sehingga tak hanya kuliah, tapi juga saya manfaatkan dengan menghasilkan banyak karya agar bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Walaupun sulit dalam membagi waktu, tetapi demi memberikan kontribusi untuk Indonesia, semua itu yang membuat saya bertahan hingga saat ini.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler