Kelompok Advokasi LGBT China Ditutup Setelah Adanya Pembatasan Aktivitas Sosial

China, Kampartrapost.com – Sebuah kelompok advokasi LGBT yang berpengaruh di China telah menghentikan aktivitasnya setelah adanya peningkatan pembatasan pada aktivitas sosial.

Melansir Reuters, kelompok yang telah mempelopori banyak kasus hukum yang mendorong banyak hak-hak LGBT ini mengumumkan penutupan kelompoknya pada Kamis (5/11/2021).

Mereka menghentikan semua aktivitasnya dalam membela hak-hak LGBT. Selain itu, mereka juga telah menutup akun media sosialnya.

Kelompok Advokasi LGBT China Ditutup Setelah Adanya Pembatasan Aktivitas Sosial
Aktivis hak-hak gay berlari dengan bendera pelangi selama Marathon Internasional Hangzhou di Hangzhou (Chinatopix Melalui AP, Berkas)
Baca juga: Twitter Nonaktifkan Fitur ‘Trend’ di Ethiopia Setelah Adanya Konflik

“Kami sangat menyesal untuk memberi tahu semua orang, Queer Advocacy Online akan menghentikan semua pekerjaan kami tanpa batas waktu,” tulis kelompok Advokasi LGBT di We Chat.

Menyusul pengumuman tersebut, seluruh akun media sosial mereka seperti WeChat dan Weibo, dua platform media sosial yang populer di China.

Advokasi LGBT China sendiri telah berhasil mendorong hak-hak kaum gay dan telah meningkatkan kesadaran akan adanya komunitas LGBT. Mereka juga membantu adanya pernikahan sesama jenis dan memerangi diskriminasi di temat kerja.

Meskipun terdapat banyak kelompok lain yang fokus dalam membantu hak-hak LGBT. Namun, Advokasi LGBT China ini merupakan salah satu dari segelintir komunitas yang berfokus pada perubahan hukum dan kebijakan.

Baca juga: Viral! Mahasiswi UNRI Jadi Korban Pelecehan Seksual Oleh Dekan Saat Bimbingan Proposal Skripsi
Kelompok Advokasi LGBT China Ditutup Setelah Adanya Pembatasan Aktivitas Sosial
Queer Advocacy Online, akun media sosial Kelompok Advokasi Hak LGBT telah ditutup pada Jumat, 5 November 2021. (Foto AP/Ng Han Guan)

Pada Jumat lalu, Kementrian Sipil mengumumkan bahwa mereka telah berurusan dengan 3.300 organisasi ilegal, mengutip Associated Press.

Kementrian Sipil telah menutup sekitar 200 situs web ilegal dan akun media sosial yang tidak terdaftar di entitas pemerintahan apapun.

Namun, masih belum jelas apakah alasan penutupan kelompok Advokasi LGBT China ini juga sebagian dari kampanye pemerintah atau bukan.

Kelompok Advokasi LGBT juga menyebutkan beberapa bulan lalu mereka terlibat masalah internal. Hingga membuat mereka memanggil pengacara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baca juga: Covid: 60% orang Asia Selatan ‘memiliki gen yang lebih berisiko fatal terhadap virus corona’

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler