Keren, Mahasiswa Asal Kampar Buka Les Bahasa Indonesia di Kazakhstan

Kazakhstan, Kampartrapost.com – Mahasiswa asal Kampar buka les Bahasa Indonesia di Kazakhstan. Mereka mengajarkan Bahasa Indonesia kepada orang-orang Kazakhstan sejak tahun 2020, sebagai bentuk program dari KBRI untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia khususnya Kazakhstan.

Junaidi dan Zulfi adalah dua mahasiswa asal Kampar yang mengajarkan bahasa Indonesia tersebut kepada orang-orang Kazakhstan.

“Aku sama Zulfi emang ngajar bahasa Indonesia dari tahun 2020 sampai 2021 bulan Agustus kemaren terakhir. Sebenarnya itu program yang disediakan oleh KBRI untuk memperkenalkan Indonesia lewat bahasanya,” kata Junaidi kepada kampartrapost, Selasa (9/11).

Baca juga: Junaidi Firdaus, Orang Indonesia Pertama dari Kampar Kuliah di Kazakhstan

Program dari KBRI tersebut sempat berhenti pada tahun ini, tapi akan kembali diaktifkan tahun depan.

“Tapi sekarang program itu lagi di tunda, aku gak tau alasannya. Kata mereka bakal diadain program bahasa Indonesia tahun depan,” lanjut mahasiswa M.Narikbayev Kazguu University itu.

Orang-orang Kazakhstan ternyata memiliki motivasi yang luar biasa dalam ingin mengetahui bagaimana bentuk pengucapan Bahasa Indonesia. Semangat mereka tampak jelas ketika yang ikut belajar bahasa indonesia dengan Junaidi dan Zulfi berkisar dari anak-anak hingga orang dewasa di atas usia 40 tahun.

“Campur, dari anak-anak, mahasiswa dan ada juga bapak-bapak dan ibu-ibu yang udah di atas 40 tahunan,” ungkap Junaidi.

Keren, Mahasiswa Asal Kampar Buka Les Bahasa Indonesia di Kazakhstan
Junadi Firdaus saat mengajar bahasa Indonesia melalui aplikasi Zoom
Baca juga: Suka Duka Neas Wanimbo dalam Membangun Komunitas Hanowene di Papua

Tidak hanya anak-anak dan orang dewasa, mahasiswa pun ternyata juga termotivasi untuk belajar bahasa indonesia, karena sebagian dari mereka ada yang ingin melanjutkan studi ke Indonesia.

“Beberapa ada yang mahasiswa. Jadi motivasi mereka belajar bahasa Indonesia itu untuk bisa kuliah dan mendapat beasiswa di Indonesia”

“Beberapa ada yang ikut pencak silat di sini. Dan mereka pengen tahu tentang bahasa Indonesia,” lanjut Junaidi.

Semangat orang-orang Kazakhstan juga memacu semangat Junaidi dan Zulfi dalam mengajar. Namun mereka sempat mengalami kesulitan, tetapi juga bukan menjadi masalah bagi mereka.

Baca juga: Pendapat Dubes Indonesia untuk Swiss Tentang iWareBatik

“Sebenarnya gak ada kesulitan yang serius, karena murid-muridnya antusias banget, tapi kadang kalau anak-anak mereka masih sering main-main saat belajar,” terangnya.

Jumlah muridnya pun bervariasi, tidak bisa dipastikan berapa orang jumlah pastinya.

“Kadang bisa 15 orang, kadang bisa 10 orang tergantung groupnya, karena aku ngajar yang pemula jadi lumayan banyak,”

Kemudian tantangan lainnya yang dirasakan Junaidi karena adanya perbedaan bahasa di Kazakshtan, sehingga harus bisa untuk menyesuaikannya.

“Bahasa, karena kadang aku ngajar pake dua bahasa (Rusia dan Inggris) kadang agak susah kalau pake bahasa Rusia”

Baca juga: Buah Simalakama: Oscar, Liga China, dan Gaji Selangit

“Kadang masalah internet juga ada tapi jarang banget,” tutup Junaidi kepada kampartrapost. (fw)

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler