Global Statistics

All countries
647,611,736
Confirmed
Updated on 30 November 2022 5:30 PM
All countries
624,310,074
Recovered
Updated on 30 November 2022 5:30 PM
All countries
6,639,221
Deaths
Updated on 30 November 2022 5:30 PM
Kamis, Desember 1, 2022

Keren! University of Arizona Kembangkan Robot Pertambangan Bulan Pertama

- Advertisement -

Amerika Serikat, Kampartrapost.com – Bulan kini menjadi tujuan utama para antariksawan untuk mengeksplor luar angkasa. Tidak heran banyak perusahaan transportasi luar angkasa yang menargetkan bulan sebagai uji coba penerbangannya.

Namun, perkembangan teknologi yang kian pesat membuat para ahli antariksawan mencari ide lain untuk melakukan penjelajahannya ke bulan yakni membuat robot pengganti manusia.

Seperti halnya yang Universitas of Arizona kembangkan, mereka saat ini sedang dalam proses pengembangan teknologi penambangan luar angkasa dalam bentuk robot otonom. Seiring dengan NASA yang menghadiahkan dua fakultas teknik Universitas of Arizona dengan hibah 500.000 dolar untuk pengembangan teknologi tersebut.

- Advertisement -

Memang Universitas of Arizona dikenal dengan pertambangannya yang sudah menjadi budaya dan sejarah Arizona sendiri. Wajar saja jika NASA mempercayakan penelitian ini kepada para peneliti di Universitas of Arizona untuk tujuan penambangan mereka di bulan.

Baca juga: Pesawat Listrik Rolls-Royce Lakukan Penerbangan Perdana, Tercepat di Dunia?

“Kami sedang mengembangkan kekuatan Arizona yang terkenal dalam pertambangan. Dengan bidang teknik antariksa yang sedang berkembang,” kata Jekan Thanga, profesor di bidang kedirgantaraan dan teknik mesin di Universitas of Arizona.

- Advertisement -

“Ini juga sejalan dengan prioritas misi NASA kembali menuju bulan, mendirikan pangkalan dan tinggal di bulan untuk waktu yang lama. Dan untuk memungkinkan hal tersebut, kami perlu menambang dan hidup dari sumber daya lokal,” lanjut Thanga.

Thanga menambahkah jika saat ini Universitas of Arizona sedang menegmbangkan dan mencoba melakukan penelitian mendasar untuk mendukung misi NASA.

- Advertisement -

Universitas of Arizona mengembangkan robot penambang karena biaya dalam membawa sesuatu dari bumi ke bulan memiliki kendala dengan massa benda. Untuk itu dalam penelitiannya, Universitas of Arizona mencoba mengeksplor dan memanfaatkan sumber daya di bulan atau Mars.

Dana yang NASA berikan kepada Universitas of Arizona, merupakan bagian dari proyek penelitian dan Pendidikan Minoritas NASA. Thaga dan  kepala sementara Departemen Teknik Pertambangan dan Geologi Moe Momayez menggunakan dana tersebut di Laboratorium ASTEROIDS UA. Asteroid Science, Technology and Exploration Research Organized by Inclusive eDucation Systems (ASTEROIDS) merupakan tempat penelitian bagi sarjana dan peluang pendampingan bagi mahasiswa pascasarjana.

Baca juga: Jobkeeper Dapat Atasi Ekonomi Australia Selama Pandemi? Begini Pendapat Ahli!

Dengan dana tersebut, Momayez dan Thanga berencana untuk menambahkan program penambangan luar angkasa khusus Lab ASTEROIDS yang melayani siswa dari Sekolah Tinggi Teknik dan Sekolah Pertambangan. 

Prototipe yang sedang Thanga dan Momayez kerjakan ialah sebuah penjelajah 3D yang nantinya akan mampu membentuk karung pasir dari tanah bulan. Selain itu mereka juga merancang agar penjelajah tersebut dapat membuat struktur dan mendorong objek besar melalui kerja tim dan bisa menambang sumber data yang ada di bulan.

“Melakukan kontruksi dasar seperti penambangan semacam ini tidak dapat satu robot saja yang melakukan. Hal ini karena intensitas dan jumlah yang bisa saja salah dalam pekerjaan ini,” kata Thanga.

Masalah kritis yang saat ini peneliti dan pengembang dari robot pertambangan dan yang paling penting adalah bagaimana agar semua kegiatan pertambangan bulan ini tanpa kehadiran manusia.

Thanga memuji keberhasilan University of Arizona dengan misi NASA. Sebagai kombinasi dari eksplorasi waktu, bakat, keberuntungan, dan mentalitas untuk universitas dan negara bagian.

Baca juga: Siapa Xu Jiayin alias Hui Ka Yan, pengembang properti China di ambang kolaps yang punya utang US$300 miliar
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait