Global Statistics

All countries
648,937,689
Confirmed
Updated on 2 December 2022 10:55 PM
All countries
624,952,395
Recovered
Updated on 2 December 2022 10:55 PM
All countries
6,643,650
Deaths
Updated on 2 December 2022 10:55 PM
Sabtu, Desember 3, 2022

Khawatir Varian Delta Covid-19, WHO Imbau Masyarakat yang Sudah Divaksin Tetap Pakai Masker

- Advertisement -

Jenewa, Kampartrapost.com – Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) prihatin dengan pelonggaran tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah varian delta tengah menyebar luas. Para Petinggi WHO tersebut juga telah mendesak agar orang yang telah vaksin untuk tetap terus memakai masker di keramaian dan selalu menjaga protokol Kesehatan untuk mencegah infeksi kembali.

Imbauan WHO ini sangat berkebalikan dengan pesan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Mei lalu. Sebelumnya, CDC menginformasikan kepada masyarakat Amerika Serikat yang telah vaksin penuh bahwa mereka tidak lagi perlu memakai masker di dalam ruangan dan tak perlu lagi menjaga jarak 1,8 m dari orang lain.

Badan Kesehatan tersebut juga melonggarkan anjuran tes Covid-19 dan pemberlakuan karantina setelah seseorang terduga terpapar virus.

- Advertisement -

Ketika baru-baru ini WHO menganjurkan masyarakat untuk selalu menggunakan masker meskipun telah melakukan vaksin,  seorang juru bicara CDC mengatakan bahwa mereka tetap merujuk pada pedoman yang ada dan tidak memberikan indikasi bahwa hal itu akan berubah.

Baca juga: Lawan Varian Delta Covid-19, Beberapa Kota di Australia Dilockdown

Varian virus Covid-19 yang sangat menular ini bernama varian Delta, pertama kali terdeteksi di India dan telah teridentifikasi setidaknya di 85 negara. Di Amerika Serikat, di mana prevalensinya meningkat dua kali lipat dalam dua minggu terakhir. Varian ini bertanggung jawab atas satu dari setiap lima kasus Covid-19.

- Advertisement -

Dr Anthony Fauci, dokter penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat, menyebut varian tersebut sebagai “ancaman terbesar” untuk menghilangkan Covid-19 di negara itu.

Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam jumpa persnya Jum’at lalu mengatakan munculnya varian baru ini semakin mendesak kita untuk menggunakan semua alat yang kita miliki untuk mencegah penularan, termasuk penggunaan yang konsisten dari vaksinasi dan protokol kesehatan masyarakat.

- Advertisement -

Dr. Mariangela Simao, asisten direktur jenderal WHO, menekankan bahwa orang yang telah vaksin harus terus secara konsisten memakai masker, menghindari keramaian, menjaga jarak sosial dari orang lain, memastikan mereka sendiri berada dalam ruangan dengan ventilasi udara yang baik, sering mencuci tangan, dan menghindari bersin atau batuk di sekitar orang lain.

Dr. Bruce Aylward selaku penasihat senior WHO mengatakan, bahwa setelah mereka melakukan vaksin agar tetap berhati-hati dan berperan untuk mengehentikan penyebaran virus tersebut.

Tingkat Kemanjuran Vaksin Diragukan Akibat Varian Delta yang Dianggap Lebih Mudah Menular

Meskipun orang yang telah vaksin lengkap sebagian besar terlindungi dari infeksi virus korona bergejala dan tanpa gejala, penelitian menunjukkan kemanjuran vaksin Pfizer-BioNTech terhadap varian Delta sedikit lebih rendah daripada varian lainnya. Kemanjuran secara signifikan lebih rendah untuk individu yang hanya menerima satu dosis vaksin.

Buktinya, negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang relatif tinggi tetap mengalami peningkatan infeksi karena adanya varian Delta ini. Seperti yang terjadi di Inggris, di mana sekitar dua pertiga populasinya telah menerima satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech atau AstraZeneca. Namun, negara tersebut tetap bergulat dengan peningkatan tajam kasus infeksi Covid-19.

Baca juga: 8 Negara Ini telah Bebas Masker di Tengah Gelombang Covid-19 Varian Delta

Di Israel, salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, juga mengalami peningkatan kasus yang cukup drastis. Hal ini kemudian dikaitkan dengan hadirnya varian Delta di tanah jajahan tersebut. Saat ini, Israel menerapkan kembali kebijakan penggunaan masker di dalam ruangan dan pada pertemuan besar di luar ruangan.

Mengingat betapa berbahaya dan cepatnya penyebaran varian delta ini, “penggunaan vaksin saja tidak cukup,” kata Eric Feigl-Ding, peneliti senior di Federasi Ilmuwan Amerika di Washington.

“Kita tidak pada tingkat vaksinasi di mana kita dapat melepaskan ‘rem’ pada segala sesuatu yang lain dan (berharap) herd immunity akan menghentikan transmisi,” tambahnya

Beberapa Ilmuwan Tidak Sependapat dengan WHO

Ilmuwan lain tidak setuju dengan WHO. Mereka mengatakan bahwa panduan penggunaan masker harus lebih bernuansa dan menyesuaikan dengan komunitas lokal. Kebijakan penggunaan masker mesti bervariasi sesuai dengan tingkat vaksinasi dan tingkat infeksi di wilayah tersebut.

“WHO sedang melihat dunia yang sebagian besar tidak divaksinasi, jadi ini masuk akal,” kata Dr. Ashish Jha, dekan Brown University School of Public Health.

Di beberapa bagian Amerika Serikat dengan tingkat vaksinasi rendah, kebijakan penggunaan masker mungkin sangat sesuai, tambahnya.

“Jika saya tinggal di Missouri atau Wyoming atau Mississippi, tempat dengan tingkat vaksinasi rendah, saya tidak akan senang pergi ke dalam rumah tanpa mengenakan masker – meskipun saya sudah melakukan vaksin,” kata Dr. Jha.

Intinya, Dr. Jha menekankan bahwa, bagi wilayah yang sudah memiliki tingkat vaksinasi yang tinggi, tidak wajib menggunakan masker.

 

- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait