Global Statistics

All countries
647,611,736
Confirmed
Updated on 30 November 2022 5:30 PM
All countries
624,310,074
Recovered
Updated on 30 November 2022 5:30 PM
All countries
6,639,221
Deaths
Updated on 30 November 2022 5:30 PM
Kamis, Desember 1, 2022

Lawan Varian Delta Covid-19, Beberapa Kota di Australia Dilockdown

- Advertisement -

Sydney, Kampartrapost.com – Hampir setengah dari populasi Australia tengah menjalani ‘lockdown’ karena sedang menghadapi klaster Covid-19 varian Delta di beberapa kota. Kondisi ini merupakan yang pertama kalinya semenjak pecahnya wabah virus ini awal tahun lalu.

Ketika Sydney mengalami peningkatan positif Covid-19 ke angka 149 kasus, pihak berwenang di Brisbane dan Perth memberlakukan penguncian cepat di masing-masing wilayah selama tiga dan empat hari. Sydney dalam keadaan lockdown selama dua minggu sementara Darwin dalam status penguncian yang akan berakhir pada hari Jumat (02/07/2021). Hal yang sama juga diberlakukan di regional Queensland.

Kebijakan pemerintah daerah tersebut membuat lebih dari 40 persen dari 25,7 juta penduduk Australia terpaksa untuk mengurung diri di dalam rumah. Pemerintah Australia juga telah memberlakukan berbagai larangan perjalanan kepada masyarakat untuk menghindarkan mereka dari titik rawan Virus Covid-19.

- Advertisement -

Saat ini, pemerintah federal dan negara bagian tengah menghadapi berbagai pertanyaan tentang kebijakan penanganan pandemi yang mereka terapkan. Kritik berdatangan kepada mereka karena lambatnya peluncuran vaksinasi dan kegagalan mereka untuk memastikan ketersediaan vaksin untuk semua pekerja yang memiliki kontak dengan pendatang internasional dan juga pasien Covid-19.

Baca juga: Singapura Akan Terapkan Kehidupan Normal Baru dengan Endemi Covid-19

- Advertisement -

Pada Selasa (29/06/2021)), hanya 3,4 persen dari populasi Australia yang telah melakukan vaksin lengkap dan ada sekitar 26 persen yang telah menerima satu dosis.

Di New South Wales, negara bagian terpadat di Australia, perdana menteri Gladys Berejiklian mengatakan bahwa memerlukan kebijakan lockdown jika di daerah tersebut terdapat tingkat vaksinasi yang terus bertambah.

- Advertisement -

Gladys mengungkapkan bahwa akan mempertimbangkan kebijakan lockdown kembali jika vaksinasi sudah menyentuh angka 80 persen dari total masyarakat dewasa.

“Sampai setidaknya 80 persen dari populasi orang dewasa kami divaksinasi,ujarnya.

Sementara itu, di Queensland dan Victoria, para pemimpin negara bagian mendesak pemerintah federal untuk lebih membatasi jumlah kedatangan warga asing. Saat ini, hanya warga negara dan penduduk Australia di luar negeri yang dapat masuk ke negaranya. Namun, tetap melakukan batasan setiap pendatang dalam kurun mingguan.

Perdana Menteri Queensland, Annastacia Palaszczuk, menyerukan akan mengadakan pengurangan besar-besaran dalam jumlah kedatangan orang dari luar negeri. Ia mengatakan bahwa hal itu tepat untuk dilakukan mengingat fasilitas karantina sedang kelebihan beban.

Kedatangan Asing jadi Kambing Hitam

“Alasan mengapa kami melakukan penguncian di kota-kota besar adalah karena kedatangan (orang) dari luar negeri yang membawa virus ke sini,” ujar Annastacia.        “(Ketika baru datang), mereka akan pergi ke hotel dan semua staf Kesehatan kami harus (bersusah payah) menghadapinya.”

Annastacia juga mengungkap kemarahannya ketika mengetahui seorang pegawai administrasi di sebuah rumah sakit, yang terinfeksi setelah bekerja di dekat bangsal Covid-19, ternyata sebelumnya tidak melakukan vaksinasi.

“Saya benar-benar marah tentang ini,” katanya. “Kita perlu memastikan bahwa kita mendapatkan populasi yang menyelenggarakan vaksinasi tepat di seluruh negara bagian.”

Sejak penguncian nasional awal tahun lalu, sebagian besar Australia telah bebas dari Covid-19, selain dari dua wabah serius di Melbourne. Tetapi wabah saat ini, yang melibatkan jenis Delta yang sangat menular, kasus Covid-19 telah bergerak naik secara drastis.

Wakil Perdana Menteri New South Wales, John Barilaro, yang sedang berada dalam isolasi setelah melakukan kontak dengan anggota parlemen yang terinfeksi, mengakui  bahwa pihak berwenang telah “kehilangan kendali” atas wabah ini Selasa (29/06/2021).

Baca juga: Ibu Rabiot, Mbappe dan Pogba Berantem Usai Prancis Tersingkir

“Melihat ke belakang adalah hal yang indah,” katanya. “Selama 18 bulan ini, kami sangat mengandalkan (nasihat medis resmi) dan saran itu tidak menyesatkan kami. Tapi (varian Covid-19 Delta) ini sangat berbeda cara penyebarannya.”

Sejauh ini, Australia telah mencatat 30.560 kasus dan 910 angka kematian. Sehingga, menjadikan Australia sebagai salah satu negara dengan upaya paling sukses dalam memerangi Covid-19.

Nasib Warga yang Terkurung di dalam Rumah

Bagi banyak dari 5,4 juta penduduk Sydney, kebijakan lockdown yang terbaru ini seakan-akan telah mengakhiri tahun dimana hidup mereka berjalan tanpa ada beban dan ‘pembatasan’.

Dengan adanya lockdown, aktifitas mereka kembali terhambat dan rencana-rencana yang mereka susun kembali gagal terlaksana.

Adanya lockdown ini telah memberi tekanan pada Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, untuk meningkatkan kembali program vaksinasi nasional. Senin, (28/06/2021), Scott mengumumkan vaksinasi wajib untuk pekerja perawatan lanjut usia dan mengizinkan vaksin AstraZeneca untuk orang berusia di bawah 60 tahun.

- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait