Luhut Izinkan Pelaku Perjalanan LN yang Sudah Vaksinasi untuk Karantina Tiga Hari

Kampartrapost.com – Pemerintah mengizinkan para PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) yang sudah memenuhi persyaratan untuk dapat dikarantina selama tiga hari saja. Adapun syarat yang dimaksud adalah vaksinasi lengkap serta booster.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers daring hasil ratas PPKM di Jakarta.

“Karantina tiga hari bagi PPLN yang sudah vaksinasi lengkap dan juga booster,” ujar Luhut, dilansir dari ANTARA, Senin (28/2/2022).

Di sisi lain, disebutkan bahwa data pemerintah menunjukkan Indonesia memiliki kasus harian per populasi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan negara lain yang tak lagi menerapkan sistem karantina.

Meski demikian, di Tanah Air fatalitas kasus masih berada di tingkat yang lebih tinggi dari vaksinasi lengkap bagi seluruh penduduk.

Baca juga: Tren CPA Meningkat, Pertamina Pastikan Gas Elpiji Subsidi Tak Alami Perubahan Harga

Data itu menunjukkan bahwa case fatality rate Indonesia masih relatif tinggi, sehingga harus dilakukan sejumlah penyesuaian.

Dari data yang ada pula, pemerintah akan terus melakukan pendekatan yang berhati-hati serta bertahap guna memutuskan penyesuaian karantina.

Tidak diputuskan begitu saja, disebut bahwa kebijakan karantina tiga hari telah ditetapkan usai mendapat masukan dari pakar atau ahli.

Keputusan tersebut juga telah melewati analisa dari data-data yang tersedia.

Lebih lanjut, menteri yang merangkap sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali itu mengungkapkan bahwa pemerintah akan melakukan uji coba tanpa karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri yang tiba di Bali.

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Tersangka Pemalsuan Surat PCR: 3 Diantaranya Pegawai Bandara Soetta

Hal tersebut direncanakan berlaku pada 14 Maret 2022 mendatang, dan akan diikuti dengan sejumlah persyaratan.

Dalam persiapan menuju 14 Maret 2022 pula, pemerintah akan terus meningkatkan dosis kedua atau booster untuk lansia.

Bali sendiri dipilih karena tingkat vaksinasi dosis kedua umumnya jika dibandingkan dengan provinsi lain sudah menunjukkan angka yang lebih tinggi.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler