Makin Banyak Kerbau Mati, Sekda Kampar: Jangan jual, ini tabungan kita

Bangkinang Kota, Kampartrapost.comMakin banyaknya ternak kerbau masyarakat mati mendadak di Kecamatan XIII Koto Kampar karena penyakit Ngorok (Tagere) atau Septicaemia Epizootica (SE), Sekda Kampar Yusri himbau masyarakat agar jangan jual hewan ternak.

Data yang diperoleh dari 16 Agustus hingga sekarang menemukan 120 ekor ternak kerbau masyarakat mati.

Kunjungi Juga Instagram Kampartrapost

Selebihnya juga banyak kerbau masyarakat yang sakit, karena khawatir masyarakat menjual kerbau yang sakit maupun sehat.

Saat meninjau langsung ke lokasi di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar pada Jum’at (9/9), Sekda Kampar Yusri meminta agar masyarakat tidak mudah menjual hewan ternaknya.

BACA JUGA: Baru Dilantik, Mahasiswa Asli Kampar Resmi Jadi Ketua PPI Kazakhstan

“Diharapkan masyarakat jangan mudah menjual, karena ini merupakan tabungan kita,” katanya.

Untuk mengatasi keresahan masyarakat, dia meminta kepada Satpol PP melakukan pemantauan selama dua minggu ke depan.

“Masyarakat saat ini mulai resah dengan hadirnya tokeh-tokeh hewan yang ingin membeli murah ternak-ternak masyarakat jauh di bawah harga normal dengan cara menakut-nakuti,” ujar Yusri.

Kemudian, dia juga meminta kepada penyuluh agar membantu masyarakat isolasi ternak kerbau yang masih sehat.

BACA JUGA: Riau Bangun Tol Laut, Wagubri: Program pembangunan poros maritim di Indonesia

Upaya ini agar ternak yang ada tidak ikut tertular dan tidak merugikan masyarakat.

Ternak-ternak tersebut juga akan diberi vaksin dan vitamin.

“Dengan dilakukannya isolasi ini, penyuluh akan selalu memantau kondisi ternak masyarakat dan juga diberik vaksin dan vitamin.”

“Kita berharap sisa ternak warga sebanyak 139 ekor ini bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler