Makin Banyak Penyerangan, Wirandi: Pekanbaru Kota Bertuah kini berubah jadi Kota Berdarah

Kampartrapost.comKota Pekanbaru yang dikenal sebagai Kota Bertuah kini berubah jadi Kota Berdarah usai insiden penyerangan brutal belakangan ini.

Masyarakat Kota Pekanbaru merasa tak aman dan nyaman melakukan aktifitas di malam hari karena banyaknya kelompok-kelompok melakukan penyerangan secara brutal ke masyarakat.

Kunjungi Juga Instagram Kampartrapost

Ketertiban dan keamanan yang harusnya diberikan oleh pihak kepolisian terutama Polresta Pekanbaru terhadap masyarakat justru tak diperoleh.

Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru Wirandi Mustafa mengecam keras Kapolresta Pekanbaru karena dinilai tak bertanggung jawab atas wilayah keamanannya.

BACA JUGA: Riau Bangun Tol Laut, Wagubri: Program pembangunan poros maritim di Indonesia

“Copot kapolresta Pekanbaru karena tidak mampu memberikan keamanan dan ketertiban terhadap masyarakat kota pekanbaru. Tidak jelas kinerja Kapolresta Pekanbaru dalam menangani keamanan dan ketertiban masyarakat kota pekanbaru,” katanya Senin (12/9).

Dia mengatakan jika Kapolresta Pekanbaru tak sanggup memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat lebih baik diganti dengan yang lebih berkompeten.

“Kalau tidak segera ditangani kejadian tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat.”

“Lebih baik kapolresta dicopot dari jabatannya dan diganti dengan yang lebih berkompeten demi memberikan perlindungan kepada masyarakat,” lanjutnya.

BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Riau Naik Signifikan, Salah Satunya Melalui Pelabuhan Internasional Dumai

Lebih lanjut, dia tak ingin Pekanbaru yang terkenal dengan Kota Bertuah justru berubah menjadi Kota Berdarah.

“Jangan sampai Kota Bertuah menjadi Kota Berdarah. Sehingga makin membuat masyarakat Kota Pekanbaru resah dan panik.”

“Jangan ada korban lainnya yang mengalami hal serupa yang disebabkan oleh kelompok-kelompok yang tak bertanggungjawab dan mengancam nyawa masyarakat kota pekanbaru,” tutupnya

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler