Mendag Zulkifli Musnahkan Ratusan Bal Pakaian Bekas Impor

Kampartrapost.com – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memusnahkan sebanyak 750 bal pakaian bekas impor di Pergudangan Gracia, Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (12/8/2022).

Melansir Kompas, ratusan bal pakaian yang jika dirupiahkan bernilai hingga Rp.9 miliar itu dimusnahkan oleh Mendag dengan sejumlah alasan tertentu.

Disampaikan bahwa bisnis pakaian bekas impor dapat merugikan masyarakat tanah air.

Salah satunya lantaran pakaian impor dinilai akan menghancurkan industri dalam negeri, yang mana hal itu berdampak pada perekonomian masyarakat Indonesia.

“Kami sama-sama dari bea cukai, kepolisian, karena ini kan merugikan masyarakat, ini jamur nggak sehat, kedua kan menghancurkan pasar pakaian kita di industri dalam negeri,” ujar Zulkifli.

BACA JUGA: Harga Sawit di Riau Lagi-lagi Naik jadi Rp2.433 per Kg

Pakaian yang dimusnahkan di kawasan Karawang itu setiap balnya memiliki massa berat mencapai 181,44 kg.

Kebutuhan sandang tersebut dikatakan masuk dari jalan tikus, hingga akhirnya tiba di Pulau Jawa dan dimusnahkan.

Tidak hanya sekali, praktik penjualan barang bekas memang sudah menjamur di Indonesia dalam waktu cukup lama.

Terlebih tren penjualan pakaian bekas atau thrifting sangat digandrungi kaum muda, lantaran harga pakaian yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran pada umumnya.

Untuk itu, Mendag dan jajarannya saat ini tengah berupaya membasmi pelaku yang melakukan hal tersebut.

BACA JUGA: Sambo Ditetapkan sebagai Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Larangan praktik impor pakaian bekas telah diatur pemerintah dan tertera dalam Permendag tahun lalu.

Yaitu pada Permendag Nomor 18 Tahun 2021 mengenai Peraturan Menteri Perdagangan tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Barang yang sudah jelas dilarang maka akan dicari hingga ditemukan, jika sudah terlanjur tersebar.

Bisnis baju bekas sendiri tidak dilarang untuk dilakukan oleh pemerintah, namun yang tidak boleh dilakukan adalah penjualan pakaian bekas impor.

 

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler