Papua, Kampartrapost.com – Neas Wanimbo, pemuda berusia 25 tahun asal Papua terlahir dari suku dani yang berjuang untuk memajukan pendidikan di tanah kelahirannya.
Ia telah membagikan 10.500 buku kepada masyarakat Papua dan ingin mewujudkan semua anak asal Papua harus menempuh dan mendapatkan pendidikan yang layak.
Hingga saat ini, berkat kerja keras dan usahanya yang dilakukan dalam memajukan pendidikan, pemuda dengan gelar S.Kom tamatan Universitas Tanry Abeng Jakarta tahun 2019 itu dikenal dengan tokoh literasi.
Selain itu, Neas Wanimbo juga telah melakukan berbagai kunjungan ke delapan negara diantaranya, Spanyol, Amerika, Jepang, India, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura.
Baca juga:
-
Negara G7 Janji Sumbang 1 Miliyar Vaksin ke Negara Miskin
-
Alasan Arab Saudi Tak Beri Indonesia Kuota Haji
-
Indonesia Setuju G7 Naikkan Pajak Perusahaan Multinasional
-
Biden Gagalkan Upaya Ex-Pemerintahan Trump Boikot Tiktok dan WeChat
Adapun Riwayat Organisasi Neas Wanimbo
Neas Wanimbo merupakan Founder and CEO of Hano Wene Papua (2017-Present), sebagai panitia As Life Matters Course Bogor 2017, ketua dan salah satu pendiri CYD Abeng University (2016-2017). Setelah itu sebagai Anggota Inisiatif Perubahan (IofC) Indonesia I (2016-2017), Anggota Persatuan Papua Jawa dan Bali (2013-2018). Terakhir adalah bagian dari Anggota Serikat Mahasiswa Teknik TAU.
Diketahui, masyarakat Papua hingga detik ini masih banyak yang belum mendapatkan pendidikan serta angka pengangguran masih tinggi di daerah penghasil tambang emas terbesar yang di kelola oleh PT Freeport Indonesia itu.
Inisiasi Hanowene
Hanowane adalah sebuah komunitas yang dikomandoi oleh Neas Wanimbo untuk memberantas buta aksara dikalangan masyarakat Papua saat ini. Komunitas ini telah beridiri tiga tahun lamanya.
Hanowene sendiri merupakan bahasa dari Papua yang berarti sebuah kabar baik. Orang-orang yang terlibat dalam komunitas ini melakukan aksinya dengan suka rela tanpa memandang agama maupun suku.
Dalam sebuah channel youtube Helmi Yahya Bicara yang diunggah pada 30 April 2021 lalu, ia menyampaikan kepada masyarakat yang ingin berdonasi atau mengirim buku untuk menggerakkan literasi di Papua bisa melalui website www.hanowene.org
Hingga saat ini, untuk menyambung hidup, ia melakukan freelence. Seperti desain, web desain, dan memberikan materi kesekolah, serta jadi tour guide di Papua.
Baca juga:
-
Candi Muara Takus, Kerajaan Dan Pusat Peradaban Sumatera yang Terlupakan
-
Diaspora Indonesia asal Riau di Turki dukung Palestina dan kecam Israel
-
Prediksi Euro 2021: Belanda vs Ukraina, Milik de Oranje!
-
Rizieq Shihab Jalani Sidang Lanjutan RS Ummi Hari Ini
Berani komentar itu baik