Global Statistics

All countries
648,937,689
Confirmed
Updated on 2 December 2022 10:55 PM
All countries
624,952,395
Recovered
Updated on 2 December 2022 10:55 PM
All countries
6,643,650
Deaths
Updated on 2 December 2022 10:55 PM
Sabtu, Desember 3, 2022

Microsoft: Rusia Dalang Dibalik Serangan Siber di Berbagai Negara

- Advertisement -

Kampartrapost.com – Microsoft mendeteksi dalang di balik serangan siber yang menargetkan lembaga pemerintahan ini adalah Rusia.

Selain itu juga Microsoft mengatakan jika Rusia menargetkan organisasi pemerintahan di AS, Ukraina, Inggris, serta anggota NATO dalam setahun terakhir.

Melansir The Associated Press, dalam laporan Pertahanan Digital Microsoft, mereka memperingatkan jika Rusia bertanggung jawab atas 58 persen serangan siber diseluruh dunia. Di mana para peretas Rusia berhasil melancarkan satu dari tiga upaya penyerangan siber yang mereka lakukan.

- Advertisement -

Laporan tersebut juga menyebutkan jika serangan ransomware yang menjadi serangan siber paling bahaya.

Baca juga: Rusia Akan Undang Taliban ke Perundingan Internasional di Moskow

Target yang paling di incar atas serangan ransomware saat ini ialah Amerika Serikat, serta Ukraina dan Inggris.

- Advertisement -

“Kelompok penyerang siber yang berbasis di Rusia telah memperkuat posisi mereka. Ini menjadi ancaman yang kuat bagi ekosistem digital global,” kata laporan itu.

Selain itu, Rusia kini juga semakin mampu dalam menyesuaikan diri dan semakin terampil dalam menggunakan open source tools yang membuat serangan siber mereka sulit terdeteksi.

Baca juga: Marah Besar, Australia Ingin Facebook Bertanggung Jawab Atas Komentar Anonim
- Advertisement -

Mengutip dari VoA, para peretas Rusia tersebut kini berfokus pada pengumpulan data intelejen.

Sementara itu, setengah dari serangan yang telah Rusia lancarkan kini menargetkan instasi yang terlibat dengan program kebijakan luar negeri, keamanan nasional atau pertahanan. Jumlah serangan terhadap bidang tersebut meningkat sebesar tiga persen pada tahun lalu.

Microsoft juga mengatakan jika Rusia memimpin dengan serangan siber terbesar. Kemudian di ikuti oleh Korea Utara, Iran dan China.

Baca juga: Dugaan perkosaan anak di Luwu Timur: ‘Penyangkalan’ kasus kekerasan seksual terhadap anak dalam ‘rape culture’
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait