Global Statistics

All countries
645,945,842
Confirmed
Updated on 27 November 2022 7:47 AM
All countries
623,067,938
Recovered
Updated on 27 November 2022 7:47 AM
All countries
6,635,839
Deaths
Updated on 27 November 2022 7:47 AM
Minggu, November 27, 2022

Miliki Keyboard Jenius Typewise, Akankah Perusaahaan Swiss ini Kalahkan Google?

- Advertisement -

Swiss, Kampartrapost.comBaru-baru ini, perusahaan rintisan Swiss, Typewise mencoba menyaningi perusahaan raksasa Google. Mereka menawarkan aplikasi keyboard yang di klaim 100 persen aman dan memungkinkan kita mengetik dengan kesalahan empat kali lebih sedikit.

Keyboard yang biasa kita gunakan berdasarkan pada mesin tik yang digunakan pada abad ke-19. Sementara itu, keyboard yang paling umum ialah milik Google dan Microsoft. Namun, kedua keyboard dari perusahaan raksasa ini bisa dibilang tidak begitu aman.

“Algoritma kami berfungsi di perangkat ponsel anda. Jadi, tidak ada data atau apapun yang anda ketikan dikirim ke cloud atau internet. Itu sangat berbeda dengan kebanyakan keyboard yang anda temukan atau miliki saat ini,” kata CEO Typewise, David Eberle kepada Euronews Next.

- Advertisement -

Melansir Euronews Next, kebanyakan orang takut dengan cara kerja WhatsApp dan mengatakan jika mereka perlu beralih ke aplikasi messenger yang lebih aman. Akan tetapi kemudian keyboard yang mereka gunakan pada aplikasi yang aman itu mungkin saja masih menyedot semua data dan mengirimkannya ke suatu tempat.

Baca juga: Taliban Kuasai Afghanistan, Gugun: Harus Ada Win Win Solution!

Bagaimana cara kerjanya?

- Advertisement -

Typewise dengan keyboard berbentuk segi enam yang lebih besar. Aplikasi ini juga telah diklaim lebih mudah digunakan dan memiliki kecepatan mengetik hingga 33 persen lebih cepat.

Namun, untuk beralih dari keyboard yang biasa kita gunakan setiap hari dan membiasakan fitur baru membutuhkan waktu yang lama pula.

Miliki Keyboard Jenius Typewise, Akankah Perusaahaan Swiss ini Kalahkan Google?
Contoh keyboard segi enam | Copyright: Typewise
- Advertisement -

Keyboard bekerja dengan teknologi AI yang mengoreksi kesalahan dan dapat memprediksi kata-kata berikutnya sambil mempelajari bahasa gaul dan kosa kata pengguna sehari-hari.

“Algoritmanya lebih baik dari pada keyboard yang Google gunakan pada umumnya,” kata Eberle.

Fitur lain yang Typewise tawarkan ialah dapat mengenali lebih dari 40 bahasa di seluruh dunia. Sehingga kamu dapat mengetik dalam bahasa Inggris dan Prancis dalam satu kalimat tanpa koreksi otomatis.

Karena perusahaan ini berbasis di Swiss, ia termasuk negara yang berbicara dengan empat bahasa. Hal ini membuat perusahaan harus memahami kebutuhan akan teknologi multi bahasa dan tidak seperti pesaingnya yang berbasis di Amerika Serikat.

Typewise juga berkolaborasi dalam sistem AI dengan Institut Teknologi Federal Swiss dan mengembangkan kemampuan teks prediktifnya.

Tetapi perusahaan ingin memperluas keyboard smartphone masa lalu. Tujuannya adalah untuk melisensikan teknologi AI-nya sebagai Application Programming Interface (API) dan Software Development Kit (SDK) sehingga kemudian dapat memberdayakan teknologinya di seluruh antarmuka seluler, desktop, dan bahkan otak-komputer.

Baca juga: Baku Tembak Melibatkan Pasukan Barat Meletus di Bandara Kabul

Cara menghadapi perusahaan teknologi raksasa

Google dan Microsoft juga mengembangkan teknologi teks prediktif. Akan tetapi perusahaan rintisan Swiss mengatakan itu juga sebuah persaingan dalam mendapatkan tempat di pasar.

“Saya pikir ini adalah peluang besar karena tidak semua perusahaan besar ingin bekerja dengan Microsoft atau Google, yang merupakan teknologi milik mereka. Dan kami percaya dengan pendekatan yang lebih terbuka bahwa kami memiliki hak untuk menang di pasar,” kata Eberle.

Swiss lebih menghindari risiko daripada AS. Ia mengakui tetapi mengatakan sebagai negara kecil. Anda dipaksa untuk memperluas ke pasar lain dengan cepat, yang memerlukan pendekatan baru.

“Kami tahu bahwa pasar domestik tidak akan pernah cukup besar. Dan mungkin itu pendorong untuk lebih berpikiran terbuka,” kata Eberle.

“Saya pikir dengan Start-up apa pun yang Anda miliki, Anda harus melewati tanjakan dan Anda hanya perlu berlari cukup cepat untuk membuatnya.”

Baca juga: Pengalaman ormas Indonesia memaparkan Islam moderat, dengan ‘dampak tak signifikan’
- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait