Mobilitas Masyarakat di Jawa Menurun Bertahap Efek dari PPKM

Kampartrapost.com – Dengan adanya aturan pemerintah terkait PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sejak Sabtu (3/7) lalu, memberikan hasil yang cukup baik selama penerapannya. Dari hasil data pantauan, wilayah di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, hampir seluruhnya mengalami penurunan mobilitas masyarakat.

Penurunan mobilitas di DKI Jakarta mencapai 21,3 persen. Saat ini hanya Jakarta Timur yang masih terbilang padat, kata Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi

Ia memaparkan pada Rabu (14/7), “Wilayah Jawa Barat juga mengalami penurunan, meski di wilayah Pantura masih ada pergerakan masyarakat yang cukup tinggi.”

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Bukan Lagi Menjadi Satu-satunya Pilihan Saat Ini

Pemerintah melalui Koordinator PPKM Darurat memberikan apresiasi kepada masyarakat yang taat dan patuh menjalankan aturan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, juga Satpol PP.

Dedy menjelaskan, “Koordinator PPKM Darurat mengimbau agar seluruh pihak terus bekerja menekan mobilitas masyarakat hingga minus 30 persen, dan pada akhirnya mencapai minus 50 persen.”

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informasi ini juga kembali mengingatkan, penurunan mobilitas masyarakat menjadi prioritas guna menghentikan laju penularan Covid-19.

Dalam data pada Rabu (14/7), tercatat jumlah kasus baru mencapai 54.517, kasus aktif berjumlah 443.473 orang, serta kasus meninggal mencapai jumlah 991 orang.

Baca juga: Adanya PPKM Darurat, Gojek Berikan Seluruh Driver STRP

Data tersebut menjadi pengingat untuk seluruh penduduk Indonesia agar berusaha lebih baik. Terutama dalam penerapan protokol kesehatan serta mengikuti kegiatan PPKM Darurat yang telah berlangsung.

Selain penerapan protokol kesehatan dan kegiatan PPKM, vaksinasi juga harus dilakukan guna menekan angka penyebaran Covid-19 yang kian melonjak saat ini. Pada Selasa (13/7) pukul 18.00 WIB, sebanyak 52,3 juta dosis vaksin telah diberikan kepada 37 orang untuk dosis pertama serta 15,3 juta orang untuk dosis kedua, dengan total sasaran vaksinasi sejumlah 208,2 juta orang.

Dedy menghimbau, “Masyarakat kami mohon untuk tidak ragu dengan vaksin yang ada. Vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia. Badan POM dan WHO sudah menjamin vaksin yang masyarakat peroleh adalah vaksin yang aman, bermutu, dan berkhasiat.”

Pemerintah saat ini terus menjaga ketersediaan stok vaksin. Per Selasa (13/7), Indonesia telah menerima sekitar 137,6 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku. Dedy menyatakan dalam tiga hari ke depan, akan datang lagi tambahan vaksin, baik melalui jalur bilateral juga multilateral.

Baca juga: Beri Izin Darurat, BPOM Sebut Ivermectin Harus Resep Dokter

Berita Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler