Najwa Shihab Sosok Pemberani Kritik Pemerintah, Ini Fakta-faktanya

Kampartrapost.com – Masyarakat Indonesia tentunya tidak asing lagi dengan sosok Najwa Shihab. Publik begitu terpikat dengan acara diskusinya yaitu “Mata Najwa”.

Acara “Mata Najwa” tersebut selalu membahas isu seperti politik, ekonomi, sosial, bahkan budaya. Setiap pembahasannya selalu dikupas dengan gaya kritis dan berani oleh Najwa.

Berikut fakta-fakta Najwa Shihab dibalik keberaniannya mengkritik pemerintah.

1. Menjunjung Tinggi Pendidikan

Najwa Shihab lahir dari keluarga yang berlatar belakang pendidikan. Ayahnya adalah seorang ulama terkenal Quraish Shihab dan pamannya cendekiawan Indonesia dari banyaknya cendekiawan yaitu Alwi Shihab.

Perempuan kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan 18 September 1977 ini mengenyam pendidikan dari sekolah dasar dan berlanjut ke sekolah menengah pertama di lembaga pendidikan berlatar belakang agama.

BACA JUGA: Diva Mengaku Pernah Berinteraksi Langsung dengan Sandiaga Uno dan Najwa Shihab

Kemudian saat sekolah menengah atas ia sempat melakukan pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Saat kuliah strata satu (S1) ia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan strata dua nya (S2) di Melbourne Law School. Melihat latar belakang pendidikannya tersebut, tampak Najwa merupakan sosok yang menjunjung tinggi pendidikan.

Terlebih lagi, di beberapa kesempatan ia sering menyampaikan kepada publik betapa pentingnya pendidikan.

2. Besar di Media

Walaupun latar belakang pendidikan tingginya di bidang hukum, tetapi Najwa juga berkeyakinan tinggi memilih jurnalis sebagai profesinya. Najwa mulai masuk ke dunia media pertama kalinya saat bergabung ke salah satu televisi swasta Indonesia, RCTI.

Tak lama menetap di sana, ia pun bergabung dengan Metro TV pada tahun 2000.

Saat di Metro, ia sempat turun langsung ke Aceh untuk meliput peristiwa tsunami pada tahun 2004 silam. Saat itulah ia mulai dikenal oleh publik. Berkat kerjanya yang bagus ia mendapatkan penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 2005.

3. Berani dan Kritis

Kelincahannya ketika mewawancarai narasumber kerap membuat kagum banyak orang. Pasalnya ia selalu memberi pertanyaan-pertanyaan kritis kepada narasumber, termasuk para menteri dan pejabat negara.

4. Pernah Diancam

Akibat kekritisannya dan kepiawaiannya dalam berdebat itu Najwa mengaku pernah mendapatkan ancaman. Hal tersebut ia sampaikan ketika mengungkap kasus mafia bola tanah air saat membahasnya di acara Mata Najwa.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler