Global Statistics

All countries
647,611,736
Confirmed
Updated on 30 November 2022 4:29 PM
All countries
624,310,074
Recovered
Updated on 30 November 2022 4:29 PM
All countries
6,639,221
Deaths
Updated on 30 November 2022 4:29 PM
Kamis, Desember 1, 2022

Para Ilmuwan Peringatkan Krisis Iklim Sudah Dekat

- Advertisement -

Kampartrapost.com – Rabu, (28/7) Sekitar 13 ribu ilmuan telah menyerukan agar adanya tindakan segera untuk memperlambat krisis iklim karena pola cuaca ekstrem yang secara berturut-turut mengejutkan dunia. Mereka menyerukan tindakan tersebut dalam sebuah artikel di jurnal BioScience.

“Peristiwa dan pola iklim ekstrem yang telah kita hadapi dalam beberapa tahun ini, belum lagi kejadian-kejadian beberapa minggu ini, menyoroti bahaya yang semakin meningkat yang harus kita lakukan adalah mengatasi krisis iklim ini.“ Kata Philip Duffy, rekan penulis studi dan direktur eksekutif Pusat Penelitian Iklim Woodwell di negara bagian Massachusetts, AS.

Dua tahun lalu juga, sekitar 10 ribu ilmuan telah memperingatkan tentang terjadinya krisis iklim global. Mereka sekarang semakin bertambah dan terus menyerukan dan mendesak perlindungan terhadap kehidupan di Bumi.

- Advertisement -

Para peneliti mencatat, sejak tahun 2019, bumi mengalami lonjakan yang begitu banyak dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam bencana terkait krisis iklim.

Apa saja tanda-tanda krisis iklim?

Para peneliti mengandalkan tanda-tanda fisik untuk mengukur kesehatan bumi, seperti emisi gas rumah kaca, ketebalan gletser, luas laut dan deforestasi. Dari 31 tanda para ilmuan menemukan jika ada 18 tanda yang telah mencapai rekor tertinggi.

- Advertisement -

Tahun 2020 adalah tahun terpanas kedua sejak dimulainya pencatatan. Dan awal tahun ini, konsentrasi karbondioksida di atmosfer bumi semakin meningkat lebih tinggi sejak pencatatan dimulai.

Baca juga: Rusia Setujui Uji Kombinasi Vaksin Sputnik dan AstraZaneca

Para peneliti juga mencatat jika tingkat massa es yang rendah sepanjang masa tercatat di Greenland dan Antartika. Gletser mencair 31% lebih cepat daripada 15 tahun yang lalu.

- Advertisement -

Sementara itu tingkat kerugian yang terjadi di hutan Amazon Brazil adalah level yang paling tinggi terjadi pada tahun 2020 dalam 12 tahun ini.

Tim Lenton, direktur Insitut Sistem Global Universitas Exeter dan rekan peneliti studi tersebut, mengatakan jika gelombang panas kini memecahkan rekor terjadi baru-baru ini. Di Amerika serikat bagian barat dan Kanada kini telah menunjukkan adanya tanda-tanda perubahan iklim.

Bagaimana cara menghadapi krisis iklim?

Peneliti mengatakan pada seruan terhadap perubahan iklim jika mereka mendata tiga tanggapan menghadapi perubahan iklim dalam jangka pendek:

  • Menghentikan penggunaan bahan bakar fosil
  • Menerapkan ‘harga karbon yang signifikan‘
  • Memulihkan ekosistem seperti reboisasi

Selain itu para peneliti juga menyarankan jika perubahan iklim ini harus masuk dalam kurikulum inti sekolah-sekolah di seluruh dunia.

Para ilmuan juga terus mendesak adanya pemotongan polutan, menstabilkan populasi manusia, dan beralih pada pola makan nabati.

Baca juga: Stok Vaksin Dosis Pertama Sumsel Nihil, Aceh Tinggal 1.000

“Kita harusnya berhenti menganggap perubahan iklim ini menjadi masalah yang berdiri sendiri, pemanasan global bukanlah gejala satu-satunya dari perubahan iklim yang menekan bumi kita.“ Kata Willian Ripple, penulis utama studi dan profesor ekologi di Sekolah Tinggi Kehutanan Oregon State University.

“Kebijakan dalam mengatasi perubahan iklim atau gejala lainnya ialah harus mengatasi sumber masalahnya, yakni eksploitasi berlebihan manusia terhadap planet ini.“ Katanya.

- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait