Perusahaan Nigeria Buat Minibus Listrik untuk Mendorong Clean Energy

Nigeria, Clean Energy – Perusahaan Nigeria, Mustapha Gajibo membuat minibus berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik bertenaga surya.

Mustapha Gajibo melangkah lebih maju dengan membuat minibus ini bertenaga baterai surya dalam upaya mendorong clean energy.

Melansir Reuters, Gajibo, mahasiswa kota Maiduguri di timur laut Nigeria ini tak gentar. Ia mengatakan kenaikan harga minyak global dan polusi membuat kendaraan listrik menjadi solusi utama di Nigeria.

Di bengkel miliknya, Gajibo telah membuat 10 minibus bertenaga listrik surya. Minibus tersebut beroprasi selama lebih dari sebulan dan berhasil menempuh jarak 100 km dengan sekali pengisian daya.

Ia juga berambisi jika minibus buatannya akan segera memiliki panel surya dan baterai.

“Saat saya berbicara kepada anda di bengkel kami, kami sedang membuat 12 minibus yang dapat menempuh 200 kilometer dengan sekali pengisian daya,” kata Gajibo.

Baca juga: Sah, PeduliLindungi Bisa Dipakai di 27 Negara Eropa

“Sebelum akhir bulan ini, kami akan meluncurkan bus itu. Dan akan menjadi bus pertama di seluruh Nigeria,” lanjut Gajibo.

Ia juga menambahkan jika bengkelnya memiliki kapasitas untuk memproduksi 15 buah bus dalam sebulan.

Seeperti di sebagian besar Afrika, di Nigeria kedaraan listrik belum mendapatkan daya tarik karena harganya lebih mahal.

Selain itu karena kendaraan listrik yang minim, di Nigeria juga masih belum ada infrastruktur untuk mengisi daya kendaraan.

Untuk saat ini, Gajibo mengatakan jika mereka memiliki satu stasiun pengisian daya bertenaga surya.

Baca juga: Jokowi Berkunjung ke SpaceX, Elon Musk : Indonesia Miliki Potensi Besar

Banyak runtangan yang harus di lewati Gajibo dalam membangun minibus bertenaga listrik ini. Salah satunya adalah kekurangan mata uang asing yang dapat mempersulit impor suku cadang.

Jadi untuk menekan biaya, ia pun mencari sumber bahannya di Negeria.

“Kami telah mengganti beberapa bahan dengan bahan lokal untuk menurunkan biaya dan memaksimalkan keuntungan,” tukas Gajibo.

Baca juga: Ejek Orang ‘Botak’ di Inggris Masuk Dalam Pelecehan Seksual

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler