Global Statistics

All countries
647,606,852
Confirmed
Updated on 30 November 2022 3:29 PM
All countries
624,308,857
Recovered
Updated on 30 November 2022 3:29 PM
All countries
6,639,216
Deaths
Updated on 30 November 2022 3:29 PM
Rabu, November 30, 2022

Pihak Gubernur Riau Bantah Gubri Pernah Sebut Sumbar dan Sumut Pembawa Virus Covid-19

- Advertisement -

Kampartrapost.com – Raja Hendra Saputra selaku Juru Bicara Gubernur Riau ungkap fakta  terkait berita terbaru yang beredar tentang Gubernur sebut Sumbar dan Sumut pembawa virus Covid-19 ke Riau.

Syamsuar ungkap warga dari dua provinsi ini jadi dalang kenaikan kasus Covid-19 di Riau.

Sebelumnya ramai berita tentang Gubernur Riau yang sebut pembawa virus Covid-19 adalah warga Sumbar dan Sumut.

- Advertisement -

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah tak menampik hal tersebut.

Baca juga: Lika-Liku Generasi Sandwich, Beban atau Kewajiban?

Ia ungkap hal itu bisa saja terjadi, karena banyak masyarakat Sumbar yang pergi ke Riau.

- Advertisement -

Mahyeldi ingatkan warga untuk makin disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

Perihal berita tersebut, Hendra sebut bahwa kabar yang tak jelas kebenarannya itu sebab dari kesalah pahaman publik.

- Advertisement -

“Tidak ada sepatah katapun, pak Gubernur menyampaikan bahwa warga Sumbar dan Sumut penyebab Covid-19 di Riau,” ungkap Hendra pada Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Miris! Nigeria Ungkap Pembunuhan 23 Pelancong Muslim Telah Direncanakan Sebelumnya

Jubir Gubernur itu beri tahu bahwa kabar dari Gubernur ialah Keputusan Pemerintah Pusat yang menetapkan PPKM Level 4 Pekanbaru, Dumai, Siak, dan Rokan Hulu.

Karena hal itu Satuan Tugas  beri sekat pada daerah perbatasan Riau dengan Sumatera Barat juga Jambi dan Sumatera Utara.

Ada sekat karena kata Hendra untuk batasi mobilitas masyarakat.

Bukan karena waga Sumbar dan Sumut yang datang.

Baca juga: Jokowi Minta Hasil PCR Maksimal 1×24 Jam, Biasanya Berapa Lama? Yuk Cerita

Hal tersebut ia klarifikasi untuk hilangkan salah paham masyarakat.

Gubernur juga beri tahu bagi daerah yang ada pada Level 3 untuk lebih waspada.

Diperhatikan juga terkait pengawasan yang ketat, sosialisasi protokol kesehatan pada masyarakat, dan batasi kegiatan.

Hal itu guna penularan Covid-19 dapat terkendali.

 

- Advertisement -

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkait