Polisi Aceh Tingkatkan Status Hukum Kasus Dugaan Korupsi Wastafel ke Tahap Penyidikan

Kampartrapost.com – Kepolisian Daerah Aceh meningkatkan status hukum pada kasus dugaan korupsi pengadaan wastafel di Dinas Pendidikan Provinsi Aceh menjadi tahap penyidikan.

Pergantian status pada kasus penggelapan dana dengan anggaran Rp. 41,2 miliar itu dilakukan usai ditemukannya sejumlah barang bukti.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy di Banda Aceh pada Sabtu (5/3/2022), dilansir dari ANTARA.

“Status hukum kasus dugaan korupsi pengadaan wastafel ditingkatkan tahap penyidikan. Ada dua alat bukti ditemukan penyidik dan hasil gelar perkara, ungkap Winardy.

Lebih lanjut, Kombes Pol Winardy menambahkan bahwa terdapat saksi-saksi yang berasal dari pelaksana di lapangan sampai kepala dinas.

Baca juga: Kecelakaan Bus dan Truk di Surabaya Memakan Korban Tewas hingga Tiga Orang

Penyidik melakukan pemeriksaan dengan menggeledah dokumen terkait proyek pengadaan wastafel yang saat ini di bawah pengawasan pihak kepolisian tersebut.

Dari keterangan, sebanyak tujuh belas saksi dimintai keterangan dan diperiksa oleh pihak berwajib untuk kelancaran pemecahan kasus dugaan korupsi itu.

Penyelidikan sendiri mulai dilakukan oleh penyidik Subdirektorat lll Tindak Pidana Korupsi Direktorat Kriminal Khusus Polda Aceh sejak 1 Juli 2021 lalu.

Lewat Dinas Pendidikan Aceh pada tahun anggaran 2022, Pemerintah Aceh sebelumnya menjalankan pengadaan wastafel portabel atau paket cuci tangan di masa pandemi.

Pengadaan tempat basuh tangan dengan dana hingga miliaran rupiah itu ditujukan pada sekolah menengah atas dan kejuruan.

Baca juga: Cinta Ditolak, Seorang Pria di Jakarta Pusat Cekek Korban hingga Tewas

Sekolah-sekolah yang dituju adalah seluruh lembaga yang ada di provinsi Aceh. Sumber anggaran yang digunakan sendiri berasal dari dana refocusing Covid-19.

Sistem pengadaan langsung digunakan sebagai mekanisme penentuan proyek wastafel tersebut. Diperkirakan tiap paket pengadaan menghabiskan dana mulai dari Rp. 100 juta hingga Rp. 200 juta.

Mengetahui kasus dugaan korupsi pada pengadaan kebutuhan untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah tersebut, banyak pengguna media sosial yang memberi tanggapan.

Banyak yang menanyakan dengan bahan apa wastafel berharga fantastis itu dibuat, serta tak sedikit pula yang mengecam pelaku.

Berita Direkomendasikan

Berita Terpopuler